Berita Manggarai Timur

Hujan Disertai Angin Kencang, Gedung Kapela Stasi Munda Manggarai Timur Ambruk Rata Tanah

Bangunan kapela yang ambruk diterpa angin kencang itu dibangun  sejak tahun 1998, dengan bahan material bangunan dinding dari kayu dan papan atapnya

Penulis: Robert Ropo | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/ERASMUS EMAN
AMBRUK - Kapela St Munda Manggarai Timur ambruk diterpa angin kencang. Gambar diambil, Jumat 24 Februari 2023. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM, BORONG - Hujan disertai angin kencang melanda Kabupaten Manggarai Timur, Jumat 24 Februari 2023, mengakibatkan gedung Kapela Stasi Munda Paroki Mbata, Kevikepan Borong Keuskupan Ruteng, tepatnya di Desa Gunung Baru, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur ambruk rata tanah. 

Dalam akun Facebook milik Erasmus Eman memosting sejumlah foto terkait bangunan kapela itu tampak ambruk rata tanah.

Pada caption ditulis 'Akibat amukan angin kencang serta tingginya intensitas hujan pada hari jumaad malam tanggal 24 Februari 2023, salasatu kapela di paroki mbata kevikepan Borong- Keuskupan Ruteng manggarai hancur brantakan.kapela ini dibuat pada tahun 1998 dengan kontruksi kayu berdinding pelupu, berlantai tanah'. 

Erasmus kepada POS-KUPANG.COM, Senin 27 Februari 2023, mengatakan hujan dan angin kencang terjadi di Kecamatan Kota Komba mengakibatkan bangunan kapela rubuh dan tanah longsor, Jumat 24 Februari 2023 kemarin. Warga juga hampir sepekan tidak bisa beraktivitas dengan baik akibat cuaca cukup ekstrim. 

Baca juga: Anggota DPRD Manggarai Timur Damu Damian dan OMK Stasi Golo Wunis Perbaiki Deker Rusak

Dikatakan Erasmus, bangunan kapela yang ambruk diterpa angin kencang itu dibangun  sejak tahun 1998, dengan bahan material bangunan dinding dari kayu dan papan atapnya terpasang dari seng dan lantai beralaskan tanah. 

Namun karena termakan usia, kata Erasmus kini kondisi kayu banyak sudah lapuk dan seng juga sudah berkarat. Karena itu saat dihempas angin kencang bangunan itu langsung ambruk.

"Beruntung tidak ada umat yang beraktifitas di dalam gereja sehingga tidak ada korban jiwa," Ujarnya. 

Erasmus juga mengatakan, besar harapan kepada Pemerintah Daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kabupaten Manggarai Timur untuk dapat melihat kondisi bangunan dan bisa membantu umat untuk membangunnya kembali secara permanen. (rob)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved