Siswa Sekolah Jam 5 Pagi

Gubernur NTT Tetapkan Siswa Sekolah Jam 5 Pagi, Kepala SMAN 6 Kupang: Disiplin Perlu Digenjot

Hendrikus menyampaikan, sebagai sekolah pilihan untuk meraih prestasi terbaik, aturan itu memang harus diterapkan dan dipenuhi.

Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO
BARISAN- siswa-siswi SMA Negeri 6 saat sedang mendengarkan amanat dari guru sebelum masuk kelas, Senin, 27 Februari 2023 

Laporan Reporter POS-KUPANG, COM, Elisabeth Eklesia Mei

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Untuk menerapkan aturan yang ditetapkan oleh Gubernur NTT, Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 6 Kupang Hendrikus Hati menyampaikan agar kedisiplinan pada guru dan siswa perlu digenjot.

Kepada POS-KUPANG.COM, Hendrikus  mengaku bahwa dirinya telah melakukan sosialisasi kepada guru-guru serta siswa-siswi  SMA Negeri 6 untuk melaksanakan aturan yang ditetapkan oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat yakni terkait jam pelajaran yang akan dimulai pukul 05.00 WITA. Senin, 27 Februari 2023

"Saya sudah melakuan sosialisasi dengan teman-teman guru dan para murid SMA Negeri 6 untuk menjalankan dan melaksanakan aturan yang ditetapkan oleh Bapak Gubernur. Memang semuanya terima. Karena motivasi kita adalah supaya disiplin bisa digenjot karena tanpa disiplin tidak akan bisa menjadi baik," kata ungkapnya

Baca juga: SMAN 6 Kupang Budidaya Ratusan Tanaman Sereh

"Kalau kita lihat prospek ke depannya, kalau siswa-siswi dapat dukungan dari orang tua pasti bisa dilakukan.  Karena tugas kami sebagai guru dan sekolah, kalau itu baik bagi anak-anak sekolah dalam hal untuk meningkatkan prestasi mereka, tentunya kami sangat mendukung," tuturnya.

Lebih lanjut Hendrikus katakan, Kalau kita berangkat dari pengalaman, belajar di pagi hari itu lebih cepat ditangkap dari pada pada siang hari.

"Memang ini merupakan hal baru dari pada kebiasaan kita sebelumnya. Tapi kalau betul- berul diterapkan dengam baik maka bisa untuk membawa perubahan dalam hal bisa meraih prestasi yang lebih maksimal," ujarnya.

Namun, lanjut Hendrikus, yang menjadi kendala bagi SMA Negeri 6 adalah angkutan Kota yang tidak bisa dijangkau oleh siawa/i . Sehingga menyebabkan anak-anak Sekolah terlambat hanya karena tidak ada angkutan, karena rute angkutan kota belum sampai ke tempat itu.

Baca juga: Direktur PPK Kemendikbud Ristek RI Resmikan Taman Edukasi Laskar Rempah NTT di SMAN 6 Kupang

"Saya sudah sampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan untuk disampaikan juga kepada penjabat wali kota untuk mengatur kembali dan berkoordinasi dengan dinas perhubungan supaya angkutan umum dari arah bawah bisa tembus ke terminal Belo supaya bisa menolong anak-anak kami ini," bebernya

Selain kendala angkutan umum bagi anak-anak Sekolah, sambung Hendrikus, dalam penerapannya juga Akan menjadi kendala pula bagi para sopir yang harus bangun pagi dan menyesuaikan dengan aturan yang ada di Sekolah.

"Karena anak-anak dari Oepura dan dari Kota di Sekitarnya itu pasti kesulitan kalau tidak ada kendaraan yang bisa dijangkau," katanya

Hendrikus mengharapkan adanya dukungan dari orang tua dan anak-anak yang sekolah di SMAN 6 agar bisa menyiapkan sarana mereka ke Sekolah. Sehingga pagi-pagi anak-anak bisa ke Sekolah.

Baca juga: Gerakan Cinta Nilai Budaya Lokal, Dinas Dikbud NTT Wajibkan Peserta Didik Pakai Rompi Tenun

"Harapan kami terkait hal ini yaitu adanya dukungan dari orang tua, siswa/i dan masyarakat untuk sama-sama bisa merealisasikan aturan itu. Sehingga apa yang disampaikan Gubernur dan aturan yang ditetapkan itu, kami bisa melakukan dengan baik dan pada akhirnya bisa mencapai dan masuk dalam 200 terbaik nasional," harapnya.

Ibe, salah satu murid SMAN 6 mengaku bahwa penetapan jam sekolah yang harus dimulai pukul 05.00 WITA, menurutnya terlalu cepat dan memang sedikit berat. Akan tetapi, menurutnya pula, hal itu dikarenakan penerapan aturan yang masih dalam proses penyesuaian.

"Saya rasa aturan ini memang agak berat juga karena jam sekolah yang terlalu pagi sekali. Apalagi dari kebiasaan kami jam 6 baru ke Sekolah.Tetapi saya rasa, hanya masalah kebiasaan saja. Memang kalau pas pertama begini agak susah. Tetapi kalau lama-lama pasti sudah terbiasa," ungkapnya.

Ibe mengharapkan dengan menerapkan jam sekolah yang lebih awal ini, mereka betul-betul bisa untuk masuk kategori 200 terbaik Nasional. (cr20)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved