KKB Papua
KKB Papua - Frits Ramandey Soal Nasib Pilot Susi Air: Sebaiknya Dahulukan Negosiasi Bukan Militer
Frits Ramandey Kepala Komnas HAM Papua dan Papua Barat memberi saran ke pemerintah tentang penanganan masalah penyanderaan pilot oleh Egianus Kogoya.
POS-KUPANG.COM - Frits Ramandey Ketua Komnas HAM Papua dan Papua Barat memberi saran kepada pemerintah tentang penanganan masalah penyanderaan pilot oleh Panglima TPNPB KODAP III Nduga, Egianus Kogoya.
Dia meminta pemerintah agar mendahulukan negosiasi ketimbang menggunakan cara-cara militer untuk menyelamatkan pilot Susi Air, Philips Mark Merthrtens.
"Sebaiknya negara mendulukan negosiasi bukan militer. Harus dikedepankan langkah negosiasi untuk membebaskan pilot Susi Air," saran Frits Ramandey, Sabtu 18 Februari 2023.
Untuk diketahui, pilot Susi Air itu disandera Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua sejak Selasa 7 Februari 2023.
Saat itu, Philips Mark Merthrtens mengantar lima penumpang ke lapangan terbang Paro, Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.
Baca juga: KKB Papua - Khairul Fahmi Ungkap Fakta Terbaru, Senjata yang Dipegang KKB Papua Buatan PT Pindad
Namun setelah pesawat Susi Air landing, KKB Papua malah melancarkan serangan mendadak. Pesawat Susi Air langsung dibakar dan sang pilot pun disandera.
Sejak itu sampai saat ini, pilot asal Selandia Baru itu masih di tangan KKB Papua yang dipimpin Panglima Egianus Kogoya.
Dan, sepekan setelah disandera, KKB Papua menyebarkan foto dan video yang bergambar nasib pilot Susi Air, Philips Mark Methrtens dalam kawalan anggota KKB.

Juru Bicara OPM ( Organisasi Papua Merdeka ), Sebby Sambom mengatakan, saat ini pilot Susi Air dalam keadaan sehat dan aman.
Pilot itu ditahan hanya untuk dijadikan sebagai alat untuk negosiasi dengan pemerintah Indonesia dalam menuntut Papua merdeka.
Bila tuntutan itu tak diindahkan pemerintah Indonesia, maka yang bersangkutan tetap ditahan hingga Papua merdeka.
Hingga kini belum diketahui dimana pilot itu berada. Namun beredar kabar bahwa pilot itu kini menjadi sahabat Egianus Kogoya.
"Pilot ini ditahan dan akan dijadikan sebagai pelatih bagi anggota KKB Papua untuk menerbangkan pesawat," ujar Sebby Sambom.
Hingga saat ini negosiasi pembebasan pilot Susi Air terus dilakukan. Hanya saja belum ada titik terang.
Pada saat yang sama, Pangdam XVII/Cendrawasih, Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa telah menunjuk Danrem PWY, Brigjen TNI JO Sembiring sebagai Komandan Pembebasan Pilot Susi Air, Philips Mark Merthrtens.
Atas perintah itu, JO Sembiring pun menyatakan siap melaksanakan tugas. Ia meminta para pihak tak menghalang-halangi operasi pembebasan tersebut.
"Kalau ada yang menghalang-halangi, maka itu merupakan bagian dari para pelaku sehingga akan ditindak tegas," ucap JO Sembiring.
Baca juga: KKB Papua – JO Sembiring Angkat Bicara Soal Pilot Susi Air: Yang Halang-Halangi akan Ditindak
Lantaran situasi kian memanas, Ketua Komnas HAM Papua dan Papua Barat, Frits Ramandey pun angkat bicara. Ia meminta negara agar mendahulukan negosiasi.
"Proses pencarian pilot Susi Air harus mendahulukan negosiasi. Jangan dulu mobilisasi TNI-Polri," ujar Frits, Sabtu 18 Februari 2023.
Pihaknya juga menyarankan pemerintah Nduga, Papua Pegunungan agar harus lebih aktif dalam menjalin komunikasi dengan KKB Papua.
"Sudah cukup korban berjatuhan beberapa tahun silam. Makanya kami terus mendorong agar mengedepankan langkah-langkah negosiasi," ujarnya.
"Saya punya keyakinan, pilot Susi Air juga pasti melakukan upaya komunikasi dengan kerabat dan negaranya," jelasnya.
Oleh karena itu, lanjut Frits, butuh waktu untuk melakukan komunikasi dengan pilot dan kelompok penyandera itu.
"Saya juga punya keyakinan, Panglima TNI dan Kapolri mengedepankan pendekatan persuasif untuk hal ini," ujar Frits.
Menurut dia, jikalau melakukan pendekatan militer, maka pasti ada korban. "Makanya negara harus belajar dari peristiwa tahun 1996 lalu di Mapenduma, Papua, karena waktu itu ada kejadian yang sama," ungkapnya.
Frits juga mempersilahkan agar negara menyiapkan aparat keamanan, namun tetap mengedepankan negosiasi.
"Saya yakin mereka tetap menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia, dan memastikan pilot masih dalam keadaan baik," tuturnya.
Akan Tegakkan Hukum
Untuk diketahui, hingga saat ini, pilot pesawat Susi Air, Kapten Philip Mark Methrtens masih disandera kelompok bersenjata di Papua. Bahkan belum ada titik terang dalam pembebasan pilot asal Selandia Baru tersebut.
Sementrara itu, dalam salah satu video yang viral di media sosial, pilot Philips menyampaikan pesan bahwa OPM menangkapnya untuk menuntut kemerdekaan Papua. Dia juga mengatakan kalimat yang sama dalam versi bahasa Inggris.
"Kelompok Papua menangkap saya dan mereka berjuang untuk kemerdekaan Papua. Mereka minta agar militer Indonesia pulang dan jika tidak mereka tetap menahan saya dan keselamatan saya akan terancam," kata Philip menambahkan.
Merespon fakta tersebut, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa mengatakan aparat senantiasa mengedepankan dialog dalam menyelamatkan Philip.
Baca juga: KKB Papua – Pilot Susi Air Dianggap Sahabat Egianus Kogoya, Kini Sehat dan Aman Bersama TPNPB
"Masih dilakukan pendekatan dialog atau soft approach yang dilakukan oleh tokoh agama, tokoh masyarakat dan Pemerintah Daerah Nduga," kata Saleh di Papua, Kamis 16 Februari 2023.
Namun, upaya itu memiliki batas waktu. Untuk itu, lanjut Muhammad Saleh Mustafa, aparat tetap menyiapkan upaya penegakan hukum untuk membebaskan sandera.
"Mengingat waktu sudah berjalan beberapa hari, kami dari aparat TNI-Polri juga punya standar operasi yang harus dijalankan dalam upaya penegakan hukum, agar persoalan ini tidak berlarut-larut," ujarnya.
"Apabila telah tiba waktunya, maka TNI-Polri akan melakukan tindakan penegakan hukum secara terukur, terpilih dan terarah," tandasnya. (*)
Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.