Breaking News

KKB Papua

KKB Papua - Frits Ramandey Soal Nasib Pilot Susi Air: Sebaiknya Dahulukan Negosiasi Bukan Militer

Frits Ramandey Kepala Komnas HAM Papua dan Papua Barat memberi saran ke pemerintah tentang penanganan masalah penyanderaan pilot oleh Egianus Kogoya.

Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM
DAHULUKAN NEGOSIASI - Ketua Komnas HAM PApua dan Papua Barat, Frits Ramandey meminta pemerintah mendahulukan negisoasi ketimbang militer untuk menyelesaikan masalah penyanderaan pilot Susi Air, Philips Mark Merthrtens dari tangan KKB Papua 

Atas perintah itu, JO Sembiring pun menyatakan siap melaksanakan tugas. Ia meminta para pihak tak menghalang-halangi operasi pembebasan tersebut.

"Kalau ada yang menghalang-halangi, maka itu merupakan bagian dari para pelaku sehingga akan ditindak tegas," ucap JO Sembiring.

Baca juga: KKB Papua – JO Sembiring Angkat Bicara Soal Pilot Susi Air: Yang Halang-Halangi akan Ditindak

Lantaran situasi kian memanas, Ketua Komnas HAM Papua dan Papua Barat, Frits Ramandey pun angkat bicara. Ia meminta negara agar mendahulukan negosiasi.

"Proses pencarian pilot Susi Air harus mendahulukan negosiasi. Jangan dulu mobilisasi TNI-Polri," ujar Frits, Sabtu 18 Februari 2023.

Pihaknya juga menyarankan pemerintah Nduga, Papua Pegunungan agar harus lebih aktif dalam menjalin komunikasi dengan KKB Papua.

"Sudah cukup korban berjatuhan beberapa tahun silam. Makanya kami terus mendorong agar mengedepankan langkah-langkah negosiasi," ujarnya.

"Saya punya keyakinan, pilot Susi Air juga pasti melakukan upaya komunikasi dengan kerabat dan negaranya," jelasnya.

Oleh karena itu, lanjut Frits, butuh waktu untuk melakukan komunikasi dengan pilot dan kelompok penyandera itu.

"Saya juga punya keyakinan, Panglima TNI dan Kapolri mengedepankan pendekatan persuasif untuk hal ini," ujar Frits.

Menurut dia, jikalau melakukan pendekatan militer, maka pasti ada korban. "Makanya negara harus belajar dari peristiwa tahun 1996 lalu di Mapenduma, Papua, karena waktu itu ada kejadian yang sama," ungkapnya.

Frits juga mempersilahkan agar negara menyiapkan aparat keamanan, namun tetap mengedepankan negosiasi.

"Saya yakin mereka tetap menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia, dan memastikan pilot masih dalam keadaan baik," tuturnya.

Akan Tegakkan Hukum

Untuk diketahui, hingga saat ini, pilot pesawat Susi Air, Kapten Philip Mark Methrtens masih disandera kelompok bersenjata di Papua. Bahkan belum ada titik terang dalam pembebasan pilot asal Selandia Baru tersebut.

Sementrara itu, dalam salah satu video yang viral di media sosial, pilot Philips menyampaikan pesan bahwa OPM menangkapnya untuk menuntut kemerdekaan Papua. Dia juga mengatakan kalimat yang sama dalam versi bahasa Inggris.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved