KKB Papua

KKB Papua - Mahfud MD Murka: Jangan Jadikan Pilot Susi Air Sebagai Alat untuk Negosiasi

Mahfud MD, Menko Polhukam sangat murka mendengar sikap Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua yang menjadikan pilot susi air sebagai alat negosiasi.

|
Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM
BERANTAS KKB – Mahfud MD, Menko Polhukam melontarkan pernyataan tegas menyahuti sikap KKB Papua yang menjadikan Pilot Susi Air asal Selandia Baru, Australia sebagai alat untuk negosiasi untuk Papua merdeka. NKRI harus dipertahankan dan berantas siapa pun yang mencoba mengambil secuil wilayah dari negara Indonesia. 

"Pada rekaman video yang beredar tersebut KST (kelompok separatis teroris) telah mengakui telah melakukan aksi teror membakar pesawat Susi Air dan melakukan penyanderaan pilot Susi Air," kata Saleh dalam siaran pers Pendam XVII/Cenderawasih.

Pilot Philips bersama lima penumpang lainnya, hilang kontak sesaat setelah mereka mendarat di Bandara Udara Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, pada Selasa 7 Februari 2023.

Pesawat dengan nomor registrasi PK-BVY itu diduga dibakar oleh KKB pimpinan Egianus Kogoya sesaat setelah mendarat.

Sementara itu, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono mengatakan, pilot dan lima penumpang itu melarikan diri ke arah berbeda. Lima penumpang tersebut merupakan orang asli Papua (OAP).

Kelimanya telah dievakuasi dan kembali ke rumah masing-masing. Sementara itu, Philips belum ditemukan hingga saat ini.

Penyerangan itu rupanya ada kaitannya dengan KKB yang mencurigai 15 pekerja bangunan puskemas di Paro, pada awal Januari 2023.

KKB menduga, sebagian pekerja tersebut merupakan anggota TNI atau Badan Intelijen Negara (BIN).

"Sehingga mereka melakukan pemeriksaan terhadap warga yang membangun puskesmas. Namun, setelah dibangun memang ada lima orang yang tidak ada identitasnya, tidak ada id card," kata Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhuri usai Rapim TNI-Polri di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu 8 Februari 2023.

Setelah mendapatkan informasi itu, Mathius memerintahkan jajarannya untuk mengevakuasi ke-15 pekerja itu.

Kapolres Nduga langsung melakukan koordinasi dengan Bupati Kenyam untuk mengeluarkan ke-15 pekerja itu dari Distrik Paro.

Baca juga: Takut Ancaman KKB Papua, 33 Warga Distrik Paro Nduga Dievakuasi TNI Polri

"Karena kami tidak mau ada pembantaian. Lanjutan dari prakejadian, tanggal 4, 5, dan 6 (Januari 2023), kita sudah susun rencana rapat di Timika, apabila nanti pesawat masuk (Bandara Paro), kita akan bawa keluar para pekerja ini," ujar Mathius.

Ia menyebutkan, ke-15 pekerja itu tidak pernah disandera oleh KKB. Hingga pada akhirnya, pesawat yang dipiloti Philips tiba di Bandara Paro pada Selasa 7 Februari 2023.

Akan tetapi, KKB kemudian membakar pesawat tersebut. Dalam insiden tersebut, pilot dan lima penumpang melarikan diri ke arah berbeda. Sementara itu, ke-15 pekerja itu telah dievakuasi ke Timika. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved