Berita Timor Tengah Utara

Jalan Sabuk Merah Sektor Barat, Warga Keluhkan Kondisi Jalan yang Digusur Kontraktor

Sejumlah warga pengguna jalan mengeluhkan kondisi jalan di sekitar Pos Oelbinose, Desa Tasinifu, Kecamatan Mutis, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU)

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO
SABUK MERAH - Kondisi ruas jalan Sabuk Merah yang tertutup lumpur di Desa Tasinifu, Kecamatan Mutis, Kabupaten TTU, NTT 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Sejumlah warga pengguna jalan mengeluhkan kondisi jalan di sekitar Pos Oelbinose, Desa Tasinifu, Kecamatan Mutis, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pasalnya, pihak kontraktor atau perusahaan yang mengerjakan proyek jalan Sabuk Merah Sektor Barat diduga melakukan pembiaran terhadap kondisi jalan yang berlumpur pada titik tersebut yang menyebabkan kendaraan roda dua dan roda empat kesulitan melintas.

Seorang pengguna jalan yang berprofesi sebagai penyuluh bernama Sam Alais mengaku kesal dengan perbuatan pihak kontraktor 

Baca juga: Efek PLBN Napan Wilayah Perbatasan RI Di Kabupaten TTU dan RDTL Dapat Jalan Sabuk Merah 59 KM

Ia mengaku sempat memarahi duaorang sopir yang mengoperasikan kendaraan proyek pembangunan Jalan Sabuk Merah dan melintas di lokasi tersebut.

"Coba kalau sudah bongkar baru begitu, dong (mereka) bantu kita dengan tutup jalan itu dengan sertu kembali supaya kita bisa lewat. Ini mereka lepas saja begitu, hujan datang lokasi ini jadi lumpur semua," ungkapnya melalui sambungan selular kepada POS-KUPANG.COM beberapa waktu lalu.

Ia berharap pihak perusahaan pengerjaan jalan sabuk merah ini bertanggungjawab dengan menutup sertu pada ruas jalan yang sudah dibongkar. Hal ini untuk mengantisipasi menumpuknya lumpur di titik tersebut ketika dilanda hujan.

Baca juga: Jalan Sabuk Merah Perbatasan RI-RDTL Desa Kota Biru - Malaka Rusak Berat

Dikatakan Sam Alais,  titik tersebut merupakan ruas jalan sentral menuju tempatnya bertugas yakni Kecamatan Mutis, Kabupaten TTU.

Lumpur pada ruas ruas jalan tersebut menyebabkan pengendara kendaraan roda dua dan roda empat kesulitan melintas.

Ia mengakui bahwa, beberapa kendaraan roda dua milik rekan-rekannya mengalami kerusakan dan kecelakaan akibat melintas di titik tersebut. 

"Saya tidak tahu PT yang kerja ini dia punya nama apa tapi kalau mereka kejar target, tolong perhatikan dengan kondisi jalan sedikit," ucapnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor belum berhasil dikonfirmasi. Pasalnya, pihak perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut belum diketahui POS-KUPANG.COM. (*)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved