Breaking News:

Berita Flores Timor

Empat Tersangka BBM Ilegal di Flores Timur Segera Disidangkan

puluhan jeriken solar yang dipagari garis polisi. Barang bukti tanpa cairan solar itu sudah dilelang lantaran mudah menguap dan terbakar

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/PAUL KABELEN
BARANG BUKTI - Salah satu barang bukti berupa puluhan jeriken BBM ilegal jenis solar sudah dipagari polisi, Selasa 24 Januari 2023. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Paul Kabelen

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - Penyidik Kejaksaan Negeri atau Penyidik Kejari Flores Timur sudah selesai meneliti kasus BBM ilegal jenis solar yang menyeret empat tersangka. Keempatnya segera diadili di Pengadilan Negeri Larantuka.

Empat tersangka yaitu, oknum Polair Lembata berinisial I berperan sebagai perantara, H selaku nahkoda kapal, MEF sebagai agen kapal, dan RK bertugas mengangkut BBM dengan mobil pikap.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Flores Timur, I Nyoman Sukrawan, mengatakan hasil pemeriksaan tersangka dan barang bukti telah memenuhi ketentuan Pasal 137 KUHAP sehingga penuntut umum melimpahkan perkara tersebut ke Pengadilan.

Baca juga: Polisi Selidiki Pria yang Jemput Narkoba Jenis Sabu di Flores Timur

"Hari ini kita telah melakukan penelitian terhadap tersangka dan barang bukti. Perkara ini kita akan segera limpahkan ke Pengadilan," ujarnya kepada wartawan di pelataran depan Kantor Kejari Flores Timur, Selasa 24 Januari 2023.

Ia mengatakan, pihaknya sudah menerima barang bukti berupa satu buah kapal fiber, satu unit mobil pikap, dan puluhan jeriken solar yang dipagari garis polisi. Barang bukti tanpa cairan solar itu sudah dilelang lantaran mudah menguap dan terbakar.

"Sudah dilelang. Uang dari hasil lelang itu yang akan kita setor ke khas Negara," katanya.

Nyoman menerangkan, para tersangka saat ini sudah ditahan di Rutan Kelas II B Larantuka selama 20 hari ke depan, terhitung sejak 24 Januari-12 Februari 2023.

Kasus ini terbongkar setelah tim Buser Polres Flores Timur berhasil menggagalkan 1,5 ton BBM yang hendak dikirim dari Pelabuhan Larantuka ke Lembata tanggal 22 Mei 2022 lalu.

Baca juga: Maling Sepeda Motor Menjamur, Polres Flores Timur Dalami Dugaan Komplotan Pencurian 

Kasus tersebut sempat mengendap selama delapan bulan lantaran belum ada tindak lanjut. Hampir sepekan terakhir, polisi akhirnya menetapkan empat tersangka, termasuk oknum Polair Lembata.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 55 UU Nomor 11 tahun 2021 tentang Cipta Kerja uncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dan Pasal 56 ayat 1 dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved