Berita Flores Timur

Barang Bukti BBM Solar Ilegal di Flores Timur Dilelang Rp 5,7 Juta

Uang hasil lelang sudah diserahkan kepada Kejaksaan Negeri / Kejari Flores Timur saat kasus itu dinyatakan naik tahap

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/PAUL KABELEN
Barang bukti berupa puluhan jeriken BBM ilegal jenis solar sudah dipagari polisi Polres Flotim, Selasa 24 Januari 2023. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Paul Kabelen

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resort / Polres Flores Timur, Iptu Lasarus M. A La'a mengatakan barang bukti Bahan Bakar Minyak / BBM ilegal jenis solar sebanyak 1,5 ton sudah dilelang.

"Barang bukti itu ( BBM ilegal ) sudah dilelang beberapa waktu lalu. Totalnya ada Rp 5.775.000," ujarnya saat dikonfirmasi via sambungan telepon, Rabu 25 Januari 2023 pukul 13.50 Wita.

Ia mengatakan, uang hasil lelang sudah diserahkan kepada Kejaksaan Negeri / Kejari Flores Timur saat kasus itu dinyatakan naik tahap pada Selasa 24 Januari 2023 kemarin. Barang bukti yang dilimpahkan adalah satu unit mobil pikap hitam yang memuat puluhan jeriken kosong.

Baca juga: Dua Desa di Flores Timur Dipastikan Merdeka Sinyal Awal Februari 2023

"Saat tahap dua itu kita langsung serahkan, artinya itu (uang lelang) juga jadi barang bukti," katanya.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Flores Timur, I Nyoman Sukrawan, mengaku sudah menerima uang lelang beserta barang bukti lainnya dari penyidik Polres Flores Timur.

"Sudah terima. Uang itu kita setor ke khas negara. Ada juga barang bukti berupa satu unit kapal jenis fiber," katanya kepada wartawan di pelataran Kejari Flores Timur.

Baca juga: Empat Tersangka BBM Ilegal di Flores Timur Segera Disidangkan

Menurutnya, pihak penyidik melakukan lelang lantaran carian solar mudah menguap dan terbakar. Sementara para tersangka sudah ditahan di Rutan Kelas II B Larantuka selama dua puluh hari sebelum diadili di Pengadilan Negeri Larantuka beberapa waktu ke depan.

"Hasil pemeriksaan tersangka dan barang bukti telah memenuhi ketentuan Pasal 137 KUHAP sehingga penuntut umum melimpahkan perkara tersebut ke Pengadilan," tandasnya.

Diketahui, kasus penyelundupan BBM ilegal menyeret empat orang tersangka, salah satunya oknum Polair Lembata berinisial I. Sementara tiga diantaranya yakni, H selaku nahkoda kapal, MEF sebagai agen kapal, dan RK bertugas mengangkut BBM dengan mobil pikap.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 55 UU Nomor 11 tahun 2021 tentang Cipta Kerja uncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dan Pasal 56 ayat 1 dengan ancaman hukuman enam tahun penjara. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved