KKB Papua

KKB Papua - Lukas Enembe Tak Bisa Berkelit Soal Korupsi, Sang Istri Kini Dijerat Aliran Dana ke KKB

Lukas Enembe sepertinya tak bisa berkelit soal penyalahgunaan keuangan negara yang diduga telah disalahgunakan oleh mantan Gubernur Papua itu.

Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM
DIPERIKSA KPK – Istri Lukas Enembe, Yulce Wenda kini mulai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi. KPK juga mendalami dugaan aliran dana ke Organisasi Papua Merdeka, organisasi yang selama ini memayungi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Bahkan Yulce Wenda kini dikait-kaitkan dengan Benny Wenda, tokoh berpengaruh OPM di Inggris. 

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata menyatakan pihaknya akan menelusuri dugaan aliran dana korupsi Lukas, termasuk peluang mengalir ke OPM.

Pernyataan ini Alex sampaikan saat dimintai tanggapan terkait pemeriksaan terhadap Yulce Wenda mengenai ada atau tidaknya aliran dana kepada salah satu tokoh OPM, Benny Wenda.

Adapun Wenda diketahui merupakan nama marga di Papua.

 “Apakah ada keterkaitan yang bersangkutan dengan kelompok yang selama ini berseberangan dengan pemerintah dan seterusnya, pasti akan didalami,” ujar Alex, Selasa 17 Januari 2023.

Lukas telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap dan gratifikasi pada September 2022 lalu.

Baca juga: KKB Papua - Tokoh Muda Papua Ali Kabiay Tantang Sebby Sambom Bertemu Langsung di Pasar Skouw

Ia diduga menerima suap dari Direktur PT Tabi Bangun Papua, Rijatono Lakka sebesar Rp 1 miliar untuk memilih perusahaan konstruksi itu sebagai pemenang lelang tiga proyek multiyears di Papua.

Selain itu, Lukas juga diduga menerima gratifikasi sebesar Rp 50 miliar terkait dengan jabatannya sebagai gubernur.

Benny Wenda Minta KPK Bebaskan Lukas Enembe

Pemerintah tidak memedulikan permintaan pemimpin United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) Benny Wenda untuk melepaskan Gubernur Papua Lukas Enembe yang ditangkap atas kasus dugaan korupsi.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyatakan, penangkapan Lukas sudah sesuai dengan proses hukum dan pemerintah tak mau dianggap takut terhadap Lukas dan kelompoknya.

"Terserah dia saja, kita enggak mau tahu Benny Wenda itu. Ini sudah sesuai proses hukum dan lama, kita dikritik oleh rakyat terus seakan-akan takut pada Lukas Enembe dan gengnya," kata Mahfud di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat 13 Januari 2023.

Mahfud menyatakan, aparat hukum tidak akan mendalami hubungan Enembe dengan pemimpin kelompok separatis tersebut.

Mahfud pun enggan memikirkan mengapa Benny Wenda tiba-tiba muncul membela Enembe.

"Itu urusan politik, lain lagi itu. Kalau urusan korupsinya enggak ada urusan dengan Benny Wenda, ini urusan separatisnya lain," ujar Mahfud.

Diketahui, Lukas Enembe merupakan tersangka kasus dugaan gratifikasi senilai Rp 1 miliar yang telah berkali-kali mangkir dari panggilan KPK karena alasan sakit.

Baca juga: KKB Papua - Trigana Air Hentikan Penerbangan ke Oksibil, Kapten Alfred Ini Demi Keselamatan Bersama

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved