Berita Sikka
Puluhan Nakes dan Kepala BKD Sikka 'Ribut' Gara-Gara Hasil Seleksi PPPK
Pantauan POS-KUPANG.COM, puluhan nakes itu sempat berdebat dengan Kepala BKD Sikka, Lukas Lawe di pintu masuk Kantor BKD Kabupaten Sikka.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo
POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Puluhan tenaga kesehatan / Nakes di Kabupaten Sikka kembali mendatangi Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Sikka, Kamis, 19 Januari 2022 siang dan melakukan aksi protes terhadap Kepala BKD Sikka.
Pantauan POS-KUPANG.COM, puluhan Nakes itu sempat berdebat dengan Kepala BKD Sikka, Lukas Lawe di pintu masuk Kantor BKD Kabupaten Sikka.
Puluhan Nakes yang bekerja di beberapa puskesmas di Kabupaten Sikka ini menanyakan pengumuman hasil Seleksi PPPK tahun 2022 yang dilaksanakan di Kabupaten Flores Timur akhir tahun 2022 lalu.
Pada pengumuman pertama yang dikeluarkan oleh Bupati Sikka dengan nomor BKDPSDM.871/1/I/2023 tentang Hasil Seleksi Calon Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja ( Seleksi PPPK) Jabatan Fungsional Kesehatan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sikka Tahun Anggaran 2022, puluhan Nakes ini dinyatakan lolos Seleksi PPPK tahun 2022.
Baca juga: Angin Puting Beliung Terjang Nangahale Kabupaten Sikka, Rumah Warga Rusak
Namun, setelah adanya sanggahan dari puluhan tenaga kesehatan lainnya yang tidak lulus pada pengumuman pertama berdasarkan hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kepala BKD, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka dan Direktur RSUD TC Hillers Maumere, Rabu, 4 Januari 2023 lalu, puluhan Nakes ini kembali dinyatakan tidak lulus Seleksi PPPK tahun 2022.
Pengumuman itu dikeluarkan oleh Bupati Sikka dengan nomor BKDPSDM.811.3/02/I/2023 tentang Hasil Sanggahan Terhadap Seleksi Kompetensi dan Pemberkasan Nomor Induk Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Jabatan Fungsional Kesehatan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sikka Tahun Anggaran 2022,
"Kami mempertahankan kami punya kelulusan dan kami sudah ditetapkan dan kami harus lulus, kalaupun kami tidak lulus sesuai dengan sanggahan itu, berarti mereka (red: BKD Sikka) harus mempertanggungjawabkan karena mereka yang membuat aturan, mereka yang menetapkan kami lulus dan mereka juga yang membatalkan, mereka harus bertanggung jawab disitu," tegas salah satu Nakes yang enggan menyebutkan namanya.
Mereka dengan tegas meminta pertanggungjawaban BKD Kabupaten Sikka selaku Panitia Seleksi Daerah (Panselda) Seleksi PPPK dan menolak hasil pengumuman setelah dilakukan sanggahan.
Baca juga: Tiga Ekor Babi di Nangameting Sikka Dilaporkan Mati Terkena Virus ASF
"Setelah disanggah kita tidak lulus, afirmasi pun kita tidak dapat padahal kita umur sudah 35 tahun keatas dan mengabdi juga sudah 10 tahun keatas dan kedatangan kami hari ini kami mau mempertanyakan siapa yang mengeluarkan kelulusan yang pertama itu dan kenapa sampai setelah disanggah, kami yang sudah lulus dibatalkan karena verifikasi data itu dari BKD Sikka bukan dari Panselnas," ujar Yeriston Lavanto, tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas Waigete, Kecamatan Waigete.
Sementara itu, Kepala BKD Kabupaten Sikka, Lukas Lawe meminta puluhan itu untuk menyampaikan keluhan secara tertulis dan disampaikan kepada BKD Kabupaten Sikka.
Namun, saat hendak diwawancarai lebih lanjut dan dimintai keterangan terkait aksi protes puluhan tenaga kesehatan itu, Lukas Lawe tidak bersedia menemui wartawan dan oleh salah satu pegawai di BKD mengaku Kepala BKD sedang istirahat.
Padahal, saat memasuki ruangan BKD, wartawan masih sempat melihat Kepala BKD Kabupaten Sikka, Lukas Lawe berada di ruangan Sekretariat BKD Kabupaten Sikka. (*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.