Berita Flores Timur

Penanganan ODGJ di Flores Timur Terkendala Anggaran yang Terbatas

Banyaknya disabilitas mental tanpa didukung anggaran membuat penanganan belum maksimal seperti yang diharapkan.

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA
Perada, ODGJ di Kota Larantuka, Flores Timur dengan hasil anyamannya 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Paul Kabelen

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - Keterbatasan anggaran membuat pemerintah tidak bisa menjangkau seluruh ODGJ di Kabupaten Flores Timur

Hal ini diungkap Kepala Dinas Sosial Flotim, Anselmus Yohanes Maryanto. Menurutnya, hampir setiap tahun, ada empat pasien dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Naimata, Kupang. Para pasien lebih diprioritaskan sakit berat yang kerap meresahkan warga.

"Kita terkendala anggaran yang terbatas, sehingga tidak mungkin mencapai semua pasien," jelasnya kepada wartawan saat dikonfirmasi di ruangan kerjanya, Kamis 19 Januari 2023.

Berdasarkan data yang diperoleh, jelasnya, total ODGJ di Flores Timur hampir mencapai 500 orang. Banyaknya disabilitas mental tanpa didukung anggaran membuat penanganan belum maksimal seperti yang diharapkan.

Baca juga: Maling Sepeda Motor Menjamur, Polres Flores Timur Dalami Dugaan Komplotan Pencurian 

"Kalau tidak diperhatikan, saya kira tidak. Mereka itu masuk dalam disabilitas mental. Kami tiap tahun ada program khusus untuk mereka, salah satunya yaitu rujuk di RS Naimata," ujarnya. 

Untuk meningkatkan penanganan, pihaknya membangun kerja sama dengan Dinas Kesehatan Flores Timur untuk memberikan obat yang saat inu tersedia di semua Puskesmas.

Dengan presensi obat tersebut, pihaknya berharap agar keluarga pasien selalu berkonsultasi dengan Puskesmas untuk mendapatkan pelayanan yang layak.

"Obat sudah tersedia, yang penting keluarganya lapor pasti akan ditangani. Termasuk rujuk pasien, harus ada persetujuan keluarga," katanya.

Baca juga: Tersangka BBM Ilegal di Flores Timur Terancam 7 Tahun Penjara, Denda 60 Miliar

Beberapa penyandang sakit mental masih berkeliaran di beberapa tempat, termasuk dalam Kota Larantuka.

Salah satunya Perada, perempuan lansia yang saban hari membawa pucuk daun lontar untuk menyanyam. Selain Perada, ada juga seorang pria seusianya duduk di sekitar rumah makan kompleks Pertokoan Larantuka.

Perawakan mereka tampak tak terurus ibarat dibiarkan begitu saja. Beberapa orang yang melintas memberi recehan rupiah, ada juga yang membeli nasi bungkus dan air mineral kemasan. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved