Berita NTT
30 Tahun Merantau di Malaysia, Warga Lembata NTT Pulang Tak Bernyawa
Hidup serba kekurangan di kampung halaman membuat Petrus Beda (50) memilih menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Negeri Jiran, Malaysia.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Christin Malehere
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Hidup serba kekurangan di kampung halaman membuat Petrus Beda (50) memilih menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Negeri Jiran, Malaysia.
Pria asal Desa Woloelen, Kecamatan Lebatukan, Kabupaten Lembata tersebut merantau sejak tahun 1992.
Dengan demikian, keberadaan Petrus Beda di Malaysia sudah 30 tahun.
Dia menjadi pekerja di H-5 Timber Sdn. Bhd, perusahaan yang menjual bahan bangunan di Bintutu, Serawak, Malaysia.
Pada Kamis (5/1/2023), Petrus Beda meninggal dunia akibat gigitan anjing rabies.
Jenazah Petrus Beda dipulangkan ke Indonesia dan tiba di Terminal Kargo Bandara El Tari Kupang pada Jumat (13/1/2023).
Kedatangan jenazah Petrus Beda diterima oleh Petugas BP3MI NTT dan pegiat kemanusiaan.
Dari Terminal Kargo Bandara El Tari, jenazah Petrus Beda dibawa dengan mobil ambulans ke RSUD Prof Dr WZ Johannes Kupang.
Petugas BP3MI NTT, Steven menjelaskan, berdasarkan dokumen yang dikeluarkan oleh Kepala Perwakilan RI di Kuching, Serawak Malaysia, penyebab kematian Petrus Beda karena penyakit rabies.
"Almarhum meninggal dunia karena penyakit rabies berdasarkan surat yang dikeluarkan oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Kuching, Serawak, Malaysia," jelas Steven.
Jenazah Petrus Beda dititipkan pada IPJ RSUD Prof Dr WZ Johannes Kupang.
Selanjutnya jenazah akan dibawa ke kampung halamannya dengan menggunakan KM Bukit Siguntang dari Kupang ke Lewoleba. (zee)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.