Berita Ngada

Bupati Ngada Launching Beras Tante Nela Paris Varietas Cakra Buana

Bupati Ngada Andreas Paru melaunching beras Tante Nela Paris Varietas Cakra Buana di Lapangan Kartini Bajawa, Kamis 29 Desember 2022.

Editor: Alfons Nedabang
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Bupati Ngada Andreas Paru melaunching beras organik Tante Nela Paris Varietas Cakra Buana di Lapangan Kartini Bajawa, Kamis 29 Desember 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM, BAJAWA - Bupati Ngada Andreas Paru melaunching beras Tante Nela Paris Varietas Cakra Buana di Lapangan Kartini Bajawa, Kamis 29 Desember 2022.

Peluncuran beras organik TNP dilakukan setelah pelantikan para kepala desa. Beras premium tersebut tanpa pemutih, tanpa pengawet, dan tanpa pewangi.

Launching ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Andreas Paru.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ngada Bernard FD Burah mengatakan, peluncuran beras organik TNP merupakan salah satu upaya Pemda Ngada mengembangkan dan membudidayakan bahan pangan organik yang berbasis sumber daya lokal.

Sekaligus sebagai salah satu langkah awal memproduksi bahan pangan yang memenuhi syarat syarat kesehatan khususnya untuk pertumbuhan dan perkembangan generasi muda Kabupaten Ngada.

Pemda Ngada melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menyadari betul bahwa masih banyak hal teknis yang harus segera dibenahi terutama pada saat pasca panen.

Untuk menghasilkan beras yang memenuhi standar teknis, harus mencari mesin penggilingan padi yang memenuhi syarat. Hal teknis lain yang mendasar adalah legalisasi atau sertifikasi organik.

Baca juga: Bupati Andreas Paru Serahkan 17 Unit Kapal Ikan kepada Nelayan Ngada

Baca juga: Jalan Rusak Picu Siswa di Ngada Jalan Kaki 4 Km ke Sekolah

Hal ini tentu harus memenuhi prosedur persyaratan teknis yang tidak mudah dan proses panjang sekaligus membutuhkan dana yang tidak sedikit.

"Oleh karena itu kegiatan launching atau peluncuran beras organik TNP hari ini merupakan sebuah pilihan. Apakah kita harus mulai saat ini atau kita terus menunda untuk waktu yang tidak pasti. Berdasarkan pertimbangan pilihan tersebut Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan memutuskan bahwa kita harus mulai meskipun masih ada hal-hal teknis yang harus dibenahi," kata Bernard FD Buran.

Ia menyampaikan hal tersebut pada forum yang terhormat dan strategis sehingga jangan ada lagi fitnah terutama melalui medsos bahwa apapun yang dikerjakan oleh pemerintah daerah selalu salah. "Akibatya kita terus berada dalam situasi stigma opini yang benar jadi salah," tegasnya.

Bernard FD Buran mengatakan, dengan anggaran yang sangat terbatas pada tahun 2022 ini, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ngada membudidayakan secara organik padi Varietas Cakra Buana 04 seluas 2 hektar are di Kecamatan Soa dan Bajawa Utara.

Beras organik yang diluncurkan pada hari ini adalah hasil panen pada Nopember 2022 di Kecamatan Soa seluas 1 hektar dan seluas 1 hektar lagi di Kecamatan Bajawa Utara yang akan dipanen pada awal Januari 2023 mendatang, sehingga kondisi saat ini pasar beras organik TNP masih sangat terbatas.

"Harapkan pada tahun 2023, kita budidayakan lagi secara lebih luas sehingga kontinuitas beras organik TNP asal Kabupaten Ngada terjamin dan memiliki pasar yang lebih luas sehingga berbarengan dengan rencana pengembangan padi biofertifikasi seluas 400 hektar are dan padi inbrida seluas 500 hektar are," ujar Bernard FD Buran.

Menurutnya, varietas padi Cakra Buana 04 merupakan hasil persilangan galur cakra buana 02 (CBo2) yang berbulir besar dengan galur padi beras merah dengan batang kokoh dan umur genjah hasil persilangan ini menghasilkan padi genjah dengan batang kokoh berbulir besar dan panjang. (tom)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

 

 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved