Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Kamis 29 Desember 2022, Teladan Hidup Para Lansia
Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RD. Eman Kiik Mau dengan judul Teladan Hidup Para Lansia.
POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RD. Eman Kiik Mau dengan judul Teladan Hidup Para Lansia.
RD. Eman Kiik Mau menulis Renungan Harian Katolik ini merujuk bacaan Injil Lukas 2:22-35
Di akhir Renungan Harian Katolik ini disediakan pula teks lengkap bacaan Kamis 29 Desember 2022 beserta mazmur tanggapan dan bait pengantar Injil.
Injil Lukas hari ini berkisah tentang seorang lansia, namanya Simeon. Dalam tradisi Kristen pada abad permulaan, Simeon dipahami sebagai seorang imam dan berusia 112 tahun. Keterangan bahwa ia tidak akan mati sebelum melihat Mesias menyiratkan usianya yang tua.
Simeon adalah seorang yang benar. Istilah ini memiliki makna yang beragam dalam Alkitab.
Dalam Injil Lukas, istilah orang benar mengarah pada keteladanan hidup. Sebutan ini menyiratkan posisi yang terhormat, sebagaimana tersirat dari fakta bahwa orang-orang benar seringkali dikaitkan erat dengan para nabi.
Ia juga seorang yang saleh. Istilah ini dikenakan pada semua orang Yahudi dari pelbagai tempat yang berziarah ke Yerusalem untuk merayakan Hari Raya Pentakosta.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 29 Desember 2022, Tuhan Memanggil Kita Setiap Waktu
Dalam literatur sekuler Yunani Kuno, orang saleh merujuk pada warga negara ideal yang selalu berhati-hati dan teliti dalam mengikuti peraturan masyarakat dan negara.
Simeon juga orang yang rendah hati. Walaupun Roh Kudus menyatakan bahwa ia tak akan mati sebelum melihat Sang Juru Selamat, namun ia tak pernah memamerkan dirinya sebagai orang pilihan Allah dan menjadi sombong. Alangkah luar biasanya Simeon. Seorang lansia yang pada zaman itu diperkenankan untuk melihat Sang Juru Selamat.
Simeon orang yang beriman. Ia menantikan kedatangan Mesias, dianugerahi rahmat kehidupan yang sangat besar. Penantian akan kehadiran Allah yang menjadi terang bagi para bangsa terwujud dalam dirinya.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 29 Desember 2022, Kasih dan Terang Sejati
Saat Maria dan Yosef bawa bayi Yesus untuk dipersembahkan kepada Allah, Simeon mendapatkan kesempatan untuk memuji Allah.
Dalam pujian itu, Simeon menyebut Yesus sebagai terang. Terang itu menyinari hati manusia, memberi penerangan dalam kegelapan, menjadi tuntutan bagi yang kehilangan arah.
Terang itu juga memberikan harapan. Inilah yang ditemukan Simeon dalam pengalaman perjumpaan dengan Yesus. Simeon sendiri menunjukkan bagaimana cara hidup seorang pribadi yang menanti-nantikan terang dari Allah. Ia memberikan seluruh hidupnya sebagai persembahan bagi Allah.
Pengalaman Simeon membuktikan bahwa kerinduannya akan Allah terpenuhi setelah melihat Yesus, Sang Terang Sejati. Dengan mempersembahkan hidup kita, semoga kita pun disinari terang yang sama, sehingga hidup kita senantiasa dituntun oleh-Nya dan kita siap sedia untuk melakukan kehendak-Nya.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 29 Desember 2022, Tanggung Jawab Spiritual
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Eman-Kiik-Mau_07.jpg)