Jumat, 1 Mei 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Kamis 22 Desember 2022, Maqnificat Maria dan Revolusi

Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RP. John Lewar SVD dengan judul Maqnificat Maria dan Revolusi.

Tayang:
Editor: Agustinus Sape
YOUTUBE/SUARA PAGI RENUNGAN HARIAN KATOLIK
RENUNGAN - RP. John Lewar SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik untuk hari Kamis 22 Desember 2022 dengan judul Maqnificat Maria dan Revolusi. 

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RP. John Lewar SVD dengan judul Maqnificat Maria dan Revolusi.

RP. John Lewar menulis Renungan Harian Katolik ini merujuk bacaan pertama dari KIta Pertama Samuel 1: 24 - 28, dan bacaan Injil Lukas 1: 46 - 56.

Di akhir Renungan Harian Katolik ini disediakan pula teks lengkap bacaan Kamis 22 Desember 2022 beserta mazmur tanggapan dan bait pengantar Injil.

Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus.

Hari ini Bunda Maria melantunkan Maqnificat. Jika dilihat sepintas, madah pujian Maria merupakan sebuah luapan kegembiraan seorang perempuan yang dipilih Tuhan untuk mengandung dan melahirkan seorang anak yang telah ditentukan menjadi Mesias.

Maqnificat Maria mengungkapkan inti doa yang sesungguhnya, yakni memuji dan memuliakan Allah.

Fokus maqnificat adalah Tuhan, Allah yang Mahakuasa yang melakukan hal-hal besar di antara kita; Allah yang namaNya adalah kudus.

Menurut Barclay, Maqnificat Maria mengandung seruan yang revolusioner. Revolusi yang datang dari Allah sendiri.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 22 Desember 2022, Belajar dari Sikap Hana dan Maria

Ada tiga bagian revolusi.

Pertama, revolusi moral: Bunda Maria mengatakan, "Perkasalah perbuatan tanganNya, dicerai beraikanNya orang yang angkuh hatinya”(Lukas 1: 51).

Tuhan berkuasa atas semua dan menceraiberaikan orang yang congkak. Allah merendahkan orang yang congkak hatinya. Orang yang mau ada bersama Kristus harus menanggalkan kesombongan.

Kedua, revolusi sosial. Dikatakan, ”Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta, yang hina dina diangkatNya” (Lukas 1: 52).

Yang rendah dalam pandangan dunia, sesungguhnya yang berkuasa. Karena mereka merepresentasikan kepenuhan Kerajaan Allah.

Dalam Sabda Bahagia dikatakan, “Berbahagialah orang yang miskin hatinya, karena merekalah yang empunya Kerajaan Allah” (Matius 5:3).

Bagi Maria, orang yang lemah dalam pandangan dan pengertian manusia, tetapi mereka penuh kuasa dalam hal spiritual. Mereka adalah bagian dari Kerajaan Allah itu sendiri.

Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved