Pilpres 2024

Megawati Soekarnoputri di Posisi Sulit, Pilih Puan Maharani Tapi Ganjar Pranowo Lebih Disukai Publik

Megawati Soekarnoputri dikabarkan berada di posisi sulit menentukan pilihan atas figur yang akan diusung PDI Perjuangan pada Pilpres 2024 mendatang.

Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM
DILEMATIS - Megawati Soekarnoputri kini dalam situasi dilematis untuk menentukan calon presiden yang akan diusung pada Pilpres 2024 mendatang. Apakah memilih Puan Maharani ataukah sebaliknya Ganjar Pranowo. 

POS-KUPANG.COM - Megawati Soekarnoputri dikabarkan berada di posisi sulit untuk menentukan pilihan atas figur yang akan diusung PDI Perjuangan pada Pilpres 2024 mendatang.

Pasalnya, elit politik partai itu cenderung memilih Puan Maharani untuk maju sebagai calon presiden dari Partai Banteng Moncong Putih.

Namun fakta memperlihatkan, Ganjar Pranowo yang juga Gubernur Jawa Tengah itu, justeru lebih dipilih oleh publik. Elektabilitasnya melambung tinggi sementara putri mahkota Bu Mega justeru terendah dalam survei.

Posisi Megawati yang dilematis itu, diungkapkan oleh Fitri Hari, Peneliti LSI ( Lembaga Survei Indonesia ) Denny JA, pada Selasa 20 Desember 2022.

Baca juga: Pilpres 2024 Diprediksi Dua Putaran, Prabowo Subianto dan Puan Maharani Rontok di Putaran Pertama

Fitri Hari mengungkapkan itu, berdasarkan hasil jajak pendapat terbaru yang memperlihatkan elektabilitas Ganjar Pranowo mencapai 25,8 persen, sedangkan Puan Maharani hanya puas di angka 2,9 persen.

Dari hasil survei tersebut, lanjut Fitri Hari, Ganjar Pranowo lebih diharapkan oleh publik, ketimbang Puan Maharani. Walaupun saat ini, Puan Maharani adalah Ketua DPR RI.

SEGERA DIUMUMKAN - Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri dikabarkan akan segera mengumumkan nama calon presiden dan calon wakil presiden yang akan diusung partai tersebut. Bu Mega berkemungkinan memilih Puan Maharani sebagai calon presiden. Bila ini terjadi maka Ganjar Pranowo terpaksa bertepuk sebelah tangan.
SEGERA DIUMUMKAN - Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri dikabarkan akan segera mengumumkan nama calon presiden dan calon wakil presiden yang akan diusung partai tersebut. Bu Mega berkemungkinan memilih Puan Maharani sebagai calon presiden. Bila ini terjadi maka Ganjar Pranowo terpaksa bertepuk sebelah tangan. (POS-KUPANG.COM)

Lantaran jauhnya perbedaan hasil survei tersebut, kata Fitri, maka putri Proklamator Kemerdekaan RI itu pun kini berada dalam situasi dilematis.

Megawati kesulitan mengambil keputusan, karena yang dihadapinya adalah fakta yang berbeda dengan apa yang diinginkan elit PDIP.

Di satu sisi tetap menyiapkan Puan Maharani dan mendorongnya untuk maju, tapi di sisi lain tak sejalan dengan harapan publik. Padahal momen Pilpres tinggal setahun lebih.

Dikatakannya, posisi sulit Megawati itu, sejatinya dilatari oleh dua pilihan. Pertama, berkoalisi dengan Partai Gerindra yang dipimpin Prabowo Subianto.

Bila berkoalisi dengan Gerindra, maka pilihannya adalah menetapkan Puan Maharani sebagai calon wakil presiden. Sebab elektabilitas Prabowo Subianto terdata 23,9 persen.

Baca juga: Puan Maharani Berkemungkinan Jadi Capres dari PDIP, Hasto Sebut: Ini Bukan Sekadar Hasil Survei

Akan tetapi, Megawati agaknya tak melakukan itu. Sebab PDIP bisa punya pilihan menolak koalisi dengan Gerindra, lantaran partai itu bisa mengusung capres sendiri.

Kedua, jika Bu Mega terima koalisi Gerindra, berarti menjadikan Puan Maharani sebagai calon presiden mendampingi Prabowo Subianto.

Padahal, dalam 10 tahun terakhir, PDIP tercatat berhasil mengantarkan kadernya menjadi Presiden menggantikan rezimnya Susilo Bambang Yudhoyono dari Partai Demokrat.

Gengsi partai tentu ada. Sebab bagaimana mungkin hanya demi putri mahkotanya, Bu Mega rela menggadaikan martabat partainya demi hasrat untuk berkuasa.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved