Kasus Ferdy Sambo
Ferdy Sambo CS Dinilai Berbohong: Tahu Istrinya Diperkosa Tapi Lebih Pilih Main Tennis
Fery Sambo, terdakwa pembunuhan Brigadir J alias Nofryansah Yosua Hutabarat dinilai berbohong saat memberikan kesaksian saat sidang PN Jakarta Selatan
Selain Ricky Rizal Wibowo dan Kuat Maruf dinilai berbohong, ternyata hal serupa juga diduga dilakukan Ferdy Sambo saat bersaksi untuk tiga terdakwa, yakni Richard Bharada E, Ricky Rizal dan Kuat Maruf.
Ferdy Sambo mengaku tidak ingin Yosua meninggal dunia. Bukan hanya itu, Ferdy Sambo juga mengungkapkan di sidang jika istrinya, Putri Candrawathi telah diperkosa Yosua.
Namun bagi hakim, kesaksian Ferdy Sambo tersebut tidak masuk akal. Keterangannya sangat janggal.
Jika tidak ingin Yosua meninggal dunia, hakim lalu bertanya kepada Ferdy Sambo, mengapa memberi perintah ke Ricky dan Richard untuk menembak Yosua.
Begitu pun dengan kasus perkosaan. Hakim bertanya, jika Putri Candrawathi diperkosa, mengapa Ferdy Sambo masih berpikir main tennis atau bukan mengantar istri ke dokter.
Apalagi Ferdy Sambo secara blak-blakan mengaku bahwa beruntung CCTV rumah Duren Tiga yang menjadi TKP Yosua tewas itu, hilang.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga akhir bertanya soal hasil uji poligraf yang dijalani Ferdy Sambo dalam sidang.
“Kan saudara ditanya, apakah saudara melakukan penembakan terhadap Yosua? Jawaban saudara apa?” tanya JPU ke Ferdy Sambo.
Baca juga: Ferdy Sambo Menangis Lalu Minta Rekaman CCTV Dihapus: Ini Menyangkut Kehormatan Keluarga Saya
"Tidak (tidak menembak -red)," kata Ferdy Sambo.
Jaksa lebih lanjut bertanya kepada Ferdy Sambo, apakah sudah diketahui hasilnya untuk pertanyaan dan jawaban tersebut.
“Sudahkah hasilnya saudara ketahui?” tanya Jaksa.
“Sudah,” jawab Ferdy Sambo.
“Apa? (hasil pemeriksaan poligraf)?” kejar Jaksa lagi.
“Tidak jujur,” jawab Ferdy Sambo.
Kuat Maruf: Poligraf Itu Robot
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Ferdy-Sambo-Cs-berbohong.jpg)