Berita Timor Tengah Selatan

Masyarakat Timor Tengah Selatan Punya Cara Unik Menabung Untuk Bayar Pajak 

Dengan memanfaatkan kearifan lokal, masyarakat setempat membiasakan diri untuk menabung agar tidak kelabakan saat membayar pajak

Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
MENABUNG - Kepala Badan Pendapatan TTS, Aba L. Anie SH., M.Si mengungkapkan bahwa Warga di TTS menggunakan potongan bambu kering untuk menyimpan uang (menabung). Simpanan itu akan dibuka tiap jadwal pembayaran pajak 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Masyarakat Timor Tengah Selatan (TTS) punya cara unik menabung  untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan

Dengan memanfaatkan kearifan lokal, masyarakat setempat membiasakan diri untuk menabung agar tidak kelabakan saat membayar pajak. 

Warga di TTS menggunakan potongan bambu kering untuk menyimpan uang. Simpanan itu akan dibuka tiap jadwal pembayaran pajak. Pemerintah menerapkan kebijakan itu karena tidak semua perbankan berada di wilayah TTS. 

Hal ini diakui Kepala Badan Pendapatan TTS, Aba L. Anie SH. M.Si kepada Pos Kupang usai menerima penghargaan Pos Kupang Awards 2022, Senin 5 Desember 2022 malam.

Ia mengatakan, tiap kepala keluarga akan memiliki satu buah bambu kering yang dibuat seperti tabungan modern. Untuk memulai menabung, dilakukan pencanangan secara serentak. 

Baca juga: Warga Desa Noebesi Timor Tengah Selatan Ditemukan Tewas Diduga Terseret Banjir 

"Dilakukan pencanangan secara serentak di 32 kecamatan. Tiap hari isi, tiap hari isi. Sehingga tahun depan pas SPPT untuk bayar PBB, bisa langsung bayar," katanya.

Tiba saatnya untuk pembayaran, kata Aba, tabungan bambu itu akan dibelah dan dihitung.

Untuk membelah bambu, menurutnya juga tidak dilakukan secara mandiri, melainkan warga akan berkumpul disatu titik sebagai tuan rumah untuk melakukan pembelahan tabungan bambu secara masal. 

Hasil tabungan akan dihitung oleh tiap pemilik bambu dan langsung membayar pajak kepada petugas yang turut hadir saat itu. Jika ada warga yang kelebihan uang tabungan, Pemerintah akan mengarahkan agar bisa menabung ke Bank terdekat. 

Menurut Aba, ini merupakan cara tradisional konvensional. Meski menggunakan tabungan lokal, namun perbankan yang ada tetap bisa dimanfaatkan bila hasil tabungan melebihi. Inovasi itu telah diterapkan sejak tahun 2019 lalu. 

Baca juga: Pimpinan Harian Pagi Pos Kupang Silahturahmi di Pemda dan DPRD Timor Tengah Selatan

Dengan tabungan itu, Aba mengklaim pelunasan pajak bumi dan bangunan tiap tahun terus membaik. Bahkan, saat pandemi covid-19 beberapa tahun lalu, masyarakat tetap membayar pajak bahkan pendapatan pemerintah juga melebihi target. 

"Tabungan itu disimpan di rumah masyarakat masing-masing. Jadi nanti ada waktu, semua pejabat tingkat kabupaten ditugaskan ke 32 kecamatan, camat tentukan satu desa sebagai desa tuan rumah di kecamatan itu, untuk belah secara massal," ujarnya. 

Untuk menggairahkan masyarakat giat menabung, Pemerintah juga sering memberi hadiah bagi masyarakat yang punya tabungan lebih banyak. Hadiah itu sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi. 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved