KKB Papua

KKB PAPUA - Ayah Gilang Beberkan Firasat Buruk, Putranya Dihubungi Berkali-kali Tapi Tak Ada Respon

Santoso, Ayahanda Briptu Gilang AJi Prasetyo mengungkap kisah sedih tentang puteranya yang ditembak mati oleh KKB Papua, kelompok separatis di Papua.

Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM
FIRASAT BURUK - Santoso, ayahanda Bripda Gilang Aji Prasetyo punya firasat buruk saat buah hatinya tewas dihajar KKB Papua pada Rabu 30 November 2022 sore menjelang maghrib. Fakta itu ia ceritakan menjelang pemakaman jenazah anaknya di Desa Triharjo, Merbau Mataram, Lampung Selatan, Jumat 2 Desember 2022. 

POS-KUPANG.COM - Santoso, Ayah Briptu Gilang AJi Prasetyo mengungkap kisah sedih tentang puteranya yang ditembak mati oleh KKB Papua, Kelompok Kriminal Bersenjata yang ada di Papua.

Santoso mengisahkan itu disela-sela suasana duka saat ia menerima jasad puteranya yang gugur dalam kontak senjata di Yahukimo, Pegunungan Papua, Rabu 30 November 2022.

Dia menuturkan, sebelum maut menjemput anaknya di medan perang ketika kontak senjata dengan KKB Papua pada hari naas itu, Rabu 30 November 2022, dirinya merasakan sesuatu yang lain dari biasanya.

Ia ingin sekali berbicara dengan puteranya itu, entah karena apa. Untuk itu ia pun berusaha menghubungi Gilang Aji Prasetyo anaknya, melalui sambungan telepon seluluer.

Baca juga: KKB Papua - Insiden Penembakan di Yahukimo, Dari Kegelapan Malam, Korban Tak Mampu Lihat KKB Papua

Akan tetapi saat ia menelepon Gilang, tak ada respon sama sekali dari sang anak. Bahkan beberapa kali telepon, tak ada jawaban sama sekali dari balik telepon.

Makanya, ketika mendengar kabar bahwa puteranya itu tewas ditembak KKB Papua, sang ayah mengaku sangat bersedih.

KEKEJAMAN KKB PAPUA - Hingga saat ini KKB Papua terus menebar aksi kejam di Papua. Pada Rabu 30 November 2022, kelompok ini menyerang tiga personel Brimob yang sedang melakukan patroli. Dalam insiden itu, Bripda Gilang AJi Prasetyo terkena tembakan dan gugur. Kekejaman KKB Papua tak bisa diampuni.
KEKEJAMAN KKB PAPUA - Hingga saat ini KKB Papua terus menebar aksi kejam di Papua. Pada Rabu 30 November 2022, kelompok ini menyerang tiga personel Brimob yang sedang melakukan patroli. Dalam insiden itu, Bripda Gilang AJi Prasetyo terkena tembakan dan gugur. Kekejaman KKB Papua tak bisa diampuni. (POS-KUPANG.COM)

Ia pun baru mengerti bahwa ketika dirinya ingin mendengar suara anaknya, pada saat itulah sang anak Gilang Aji Prasetyo ternyata sedang dalam kondisi kritis pasca dihajar kelompok separatis.

Santoso pun sangat sedih lantaran nyawa anaknya tak dapat diselamatkan. Dan yang memiriskan hati, adalah tak ada sepatah kata pun yang ia dengar langsung dari bibir buah hatinya itu.

Untuk diketahui, Bripda Gilang gugur dalam kontak tembak dengan KKB di di Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, pada Rabu 30 November 2022 sore menjelang malam.

Saat itu, Bripda Gilang Aji Prasetyo bersama teman-temanya yang tergabung dalam Satgas Ops Damai Cartenz, melakukan patroli untuk cipta kondisi bagi warga Yahukimo, Pegunungan Papua.

Ketika kendaraan yang ditumpangi hendak memasuki sebuah jembatan, pada saat itulah mereka diadang oleh KKB Papua dengan melontarkan tembakan secara membabibuta dari sisi kiri kolong jembatan.

Dalam insiden tersebut, Bripda Gilang dan teman-temannya terkena peluru KKB. Dalam pengadangan tersebut, tiga anggota Brimob termasuk Bripda Gilang Aji Prasetyo terkena tembakan.

Namun dibanding dua korban tembakan lainnya, Gilang menderita paling parah. Pasalnya beberapa peluru bersarang di tubuh korban.

Baca juga: KKB Papua - Anggota Brimob Tewas Ditembak, Dihajar KKB Papua dari Kolong Jembatan

Mungkin karena faktor itulah, sehingga nyawa korban pun tak bisa diselamatkan saat diberikan perawatan intensif pada rumah sakit di Yahukimo.

Anggota Brimob Polda Lampung yang tergabung dalam Satgas Ops Damai Cartenz tersebut diadang dan ditembaki KKB.

Kepada awak media, Santoso, Ayahanda Bripda Gilang, Santoso mengatakan ia terakhir kali berkomunikasi dengan sang putra 4 hari sebelum kontak senjata terjadi.

Setelah komunikasi terakhirnya itu, Santoso mengaku tak bisa menghubungi sang putra.

"Saya terakhir berkomunikasi dengan anak saya pada Sabtu 26 November 2022. Saat itu dia yang menghubungi saya, menanyakan kabar saya," kata Santoso, Jumat 2 Desember 2022.

Santoso yang khawatir dengan kondisi Bripda Gilang sempat mencoba menghubungi sang putra di hari kontak senjata terjadi.

Namun anak pertamanya itu tak bisa dihubungi.

Baca juga: KKB Papua - Yudo Margono Dianjurkan Lanjutkan Gagasan Andika Perkasa Tangani Konflik Papua

Lalu Santoso sempat meminta tolong ke Kapolsek Merbau Mataram untuk menghubungi anaknya, karena keduanya memiliki kedekatan emosional.

Saat dihubungi Kapolsek Merbau Mataram, Bripda Gilang lagi-lagi tidak mengangkat teleponnya.

Kemudian Santoso juga sempat meminta kakak angkatan putranya, Deni, untuk menghubungi anaknya. Namun teleponnya tidak diangkat juga.

Hingga pada akhirnya Kapolsek Merbau Mataram mengabarkan kematian sang putra di Papua.

"Rabu 30 November 2022 sekitar pukul 16.30 WIB Pak Kapolsek WA saya mengucapkan yang sabar ya bang, adinda (alm) sedang menuju ke rumah abang," katanya.

Mendengar kabar putranya gugur saat bertugas, Santoso mengaku merasa sangat terpukul.

Kendati demikian, ia tetap merasa bangga karena anaknya berani mempertaruhkan nyawa demi menjaga keamanan.

Sebagai anak pertama, Bripda Gilang semasa hidupnya merupakan sosok kakak yang menjadi panutan bagi adik-adiknya.

Santoso juga mengatakan bahwa putra sulungnya itu selama ini selalu membantu perekonomian keluarga.

Pemakaman Diiringi Isak Tangis

Jenazah Bripda Gilang Aji Prasetyo tiba di rumah duka Desa Triharjo, Merbau Mataram, Lampung Selatan, Jumat 2 Desember 2022 sekitar pukul 07.30 WIB.

Pantauan awak media, peti jenazah diturunkan dan diangkat menuju rumah duka oleh rombongan Brimob Polda Lampung.

Baca juga: KKB Papua - Tewas Saat Bertugas di Papua, Gilang Aji Prasetyo Dianugerahi Pangkat Luar Biasa

Peti jenazah diterima oleh pihak keluarga diiringi isak tangis.

Kemudian sekitar pukul 07.40 WIB jenazah Bripda Gilang dimandikan lalu disalatkan pihak keluarga.

Jenazah Bripda Gilang akan dimakamkan di pemakaman umum (TPU) Desa Triharjo, Kecamatan Merbau Mataram, Lampung Selatan. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved