Berita Kabupaten Kupang

Tanggapan Enteng KTU RSUD Naibonat Atas Pertanyaan DPRD Kabupaten Kupang Bikin Ricuh

Sebelum membanting papan nama Habel Mbate yang sudah emosi langsung membalas pertanyaan KTU RSUD Naibonat.

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-DOK ISTIMEWA
BERSIHKAN - Beberapa staff di kantor DPRD Kabupaten Kupang sedang membersihkan serpihan kaca yang pecah akibat kericuhan di ruang sidang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Tapehen

POS-KUPANG.COM, OELAMASI - Pernyataan Kepala Tata Usahaatau KTU RSUD Naibonat, Jemmy Haning yang hadir dalam sidang paripurna DPRD Kabupaten Kupang bikin ricuh.

Kericuhan berawal dari pernyataan KTU RSUD Naibonat, Jemmy Haning yang sedikit mempersoakan pernyataan anggota DPRD terkait penyelenggaraan kegiatan RSUD Naibonat, dalam sidang Paripurna DPRD Kabupaten Kupang, Selasa 29 November 2022.

Kericuhan bermula akibat anggota DPRD tidak menerima pernyataan Kepala Tata Usaha RSUD Naibonat yang menyatakan tidak nyaman dengan pertanyaan anggota DPRD.

Baca juga: Sebagian Kabupaten Kupang Masih Gelap, 4 Desa di Amfoang Belum Dialiri Listrik

Sampai-sampai salah satu anggota DPRD Fraksi Golkar, Habel Mbate membanting papan nama diatas meja yang membuat meja yang beralas kaca itu pecah.

Sebelum membanting papan nama Habel Mbate yang sudah emosi langsung membalas pertanyaan KTU RSUD Naibonat.

Pimpinan Sidang paripurna pembahasan APBD Kabupaten Kupang tahun 2023 yakni Ketua DPRD Daniel Taimenas, Anis Mase, dan Sofia Melelak De Haan bahkan harus menskors sidang tersebut untuk meredakan suasana.

Sementara KTU RSUD Naibonat, Jemmy Haning pun dibawa keluar ruang sidang oleh anggota Satuan Polisi Pamong Praja.

Anton Natun anggota DPRD yang diminta tanggapannya diruang sidang utama mengatakan, dalam paripurna Anggota DPRD meminta penjelasan pihak RSUD Naibonat tentang beberapa persoalan yang diadukan masyarakat, diantaranya soal sanitasi, kebersihan lingkungan, pelayanan di RSUD Naibonat.

Baca juga: Sebagian Kabupaten Kupang Masih Gelap, 4 Desa di Amfoang Belum Dialiri Listrik

Menurutnya, berbagai pertanyaan anggota DPRD itu mendapatkan jawaban yang tidak masuk logika dan bahkan tidak beretika.

"Bahasa yang tidak beretika seperti dia jawab bahwa 'saya dengar itu pertanyaan saya tidak srek," ujar Anton Natun menirukan jawaban KTU RSUD.

Pelayanan di RSUD Naibonat kata dia, berkaitan erat dengan lingkungan, sanitasi, kebersihan serta tim work. Hal ini merupakan fokus DPRD dalam upaya secara bersama-sama memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Walau demikian, Lembaga DPRD kata Anton Natun memberi apresiasi terhadap kinerja RSUD Naibonat yang pada tahun 2022 pendapatan melampaui target yang ditetapkan.

Ia menilai, sikap over confidence ada bahasa kerennya pede, KTU RSUD Naibonat membuat kacau persidangan di DPRD. Pembahasan dalam paripurna sejatinya untuk memperbaiki pelayanan kesehatan ternyata tidak dihargai.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved