Kapolres Kupang Irwan Arianto Rilis Dua Kasus Atensi di Wilayah Hukum Polres Kupang

Dua kasus tersebut menjadi atensi penyidik Polres Kupang dan menjadi prioritas penangannya.

POS KUPANG.COM
FOTO KORBAN -Kapolres Kupang, Irwan Arianto menunjukkan foto korban. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kepala Kepolisian Resor Kupang AKBP FX Irwan Arianto, S.I.K, M.H merilis dua kasus atensi di wilayah hukum Polres Kupang di lobi Mako Polres, Selasa (29/11/2022) siang.

Kasus atensi pertama yang dirilis adalah kasus penganiayaan yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia dengan korban AYAW (18) yang meninggal dunia  dan RN (23)  yang saat ini masih dirawat dirumah sakit  dengan pelaku DRH alias N (25) yang dilaporkan Firdaus Firmasnyah Kadja pada tanggal 25 November 2022 lalu dengan  LP /B/294/XI/2022/SPKT Polres Kupang/Polda NTT.

Dalam rilis yang diterima POS-KUPANG.COM, Selasa (29/11/2022),  kejadian tersebut berawal pada hari Kamis tanggal 24 November 2022 telah berlangsung acara pesta pernikahan di rumah YAKOB ALFIANUS DJORO ULY yang beralamat di Kampung Sabu, RT. 001, RW. 001, Kelurahan  Merdeka, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Sekitar pukul 23.00 Wita pelaku DRH alias N bersama 5 orang temannya yakni YT, P, AR dan AU serta O berangkat dari Kelurahan  Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota kupang dengan menggunakan dua unit sepada motor. Setelah sampai di tempat pesta tersebut sudah berlangsung acara bebas, sehingga saat itu pelaku DRH alias N bersama 5 orang temannya mengonsumsi miras (Sopi) dan juga ikut berjoget di tempat pesta tersebut.

Baca juga: Buron Hampir Setahun Buser Polres Kupang Berhasil Bekuk Dua Oknum Pelaku Rudapaksa 

Selanjutnya pada hari Jumat tanggal 25 November 2022, sekitar pukul 02.30 Wita,  pelaku DRH alias N bersama 5 orang temannya pamit kepada pelapor Firdaus  Firmansyah Kadja  alias Farid untuk pulang yang saat itu pelaku sempat mengatakan "abang katong pulang suda" selanjutnya pelapor menjawab "oke", setelah itu pelaku DRH alias N bersama 5 orang temannya berjalan keluar dari tenda pesta tersebut, Namun tiba-tiba pelaku DRH alias N melihat dua orang temannya yang bernama AR dan AR sedang di kerumuni dan dikeroyok oleh orang-orang yang tidak dikenal, sehingga saat itu pelaku berlari ke tempat parkir dan mengambil sebilah pisau beserta sarungnya dari dalam jok sepeda motor yang digunakan oleh pelaku saat itu. Setelah itu pelaku menyisipkan pisau tersebut di pinggang kanan lalu berlari kembali ke arah tempat yang dimana temannya yang sementara dikeroyok tersebut. Pelaku sempat melerai namun pelaku langsung dikeroyok oleh korban dan teman-teman, hingga pelaku DRH alias N terjatuh ke tanah lalu di tendang, dipukul serta diinjak-injak oleh korban dan teman-teman, kemudian pelaku DRH alias N langsung mengambil sebilah pisau yang berada di pinggang kanan dengan menggunakan tangan kanan, kemudian memegang pisau tersebut lalu  mengayunkan pisau secara brutal (ke arah kiri, arah kanan, dan arah depan) atau ke arah orang-orang yang sementara mengeroyok pelaku sehinga pisau mengenai dua orang   yaitu AYAW dan RN.

Kasus yang kedua penangkaan tersangka DPO  RS (22) dan MB (41), warga Kabupaten Kupang yang sudah sepuluh bulan melarikan diri setelah  memperkosa MIV pada bulan Januari 2022 lalu. Dua pelaku berhasil dibekuk tim Buser Satreskrim Polres Kupang pada tanggal 26 dan 27 November 2022 lalu. 

Di hadapan awak media Kapolres Irwan merinci peran para pelaku  memerkosa gadis MIV yang berjumlah tiga orang, namun pelaku atas nama ML sudah dilimpahkan berkasnya ke Kejari Kabupaten Kupang dan sudah menjalani hukuman selama 11 tahun di Lapas Penfui Kupang.

Baca juga: Tak Punya Hotel Rumah Makan Pemkab Kupang dan Polres Kupang Bidik Ini

" Pelaku berjumlah tiga orang, namun pelaku ML kami sudah tahap dua dan sudah menjalani sidang pengadilan dengan vonis 11 tahun penjara," terangnya.

Kasus memilukan ini secara lengkap dirinci orang nomor satu di Polres Kupang ini,berawal saat korban MIV pada hari Senin  (10/1/2022) sekitar pukul 17.00 Wita, sepulang dari Pantai Warna Oesapa Kota Kupang, korban  berjalan ke Kantor Pengadaian Oesapa untuk menunggu mobil angkutan umum (mikrolet), sekitar pukul 19.00 Wita berhentilah mobil pika warna hitam dengan No.Pol DH 8192 BF di depan Kantor Pengadaian Oesapa yang dikendarai oleh tersangka RS bersama-sama dengan tersangka ML dan MB. Setelah itu tersangka RS bertanya kepada korban , "nona mau pimana?", korban menjawab "beta mau pi Lasiana" tersangka RS berkata lagi "nona naik sudah," dan pada saat itu juga tersangka ML dan MB turun dari mobil dan pindah ke belakang mobil.

Setelah korban naik dan duduk di depan bersama dengan tersangka RS,   tersangka RS menjalankan mobil pikap tersebut. Saat tiba di Lasiana korban meminta kepada tersangka RS untuk diturunkan tetapi tersangka RS tidak menghiraukan apa yang dikatakan oleh korban dan terus membawa korban sampai ke kantor Disperindag Kabupaten Kupang.

Setelah itu tersangka RS memerkosa korban di dalam mobil pika sebanyak satu kali. Setelah diperkosa RS, korban secara bergilir diperkosa oleh MB dan ML di lokasi yang sama.

Baca juga: Kabar Gembira, Urus SIM di Polres Kupang Hanya Butuh Waktu 10 Menit

Seusai melakukan aksi bejatnya, para tersangka membawa pulang korban dan menurunkannya di pinggir jalan dan ditemukan warga atas nama Yongki  dan Nahum dan keduanya membawa korban ke Polsek Kupang Tengah guna melaporkan aksi para pelaku. Dan, sehari kemudian penyidik Reskrim Polsek Kupang Tengah melakukan penangkapan terhadap ML. 

BURONAN -Dua buronan kasus pemerkosaan ditangkap polisi.
BURONAN -Dua buronan kasus pemerkosaan ditangkap polisi. (POS KUPANG.COM)

Mengendus ML sudah ditahan pelaku RS dan MB melarikan diri . Selama sepuluh bulan melarikan diri akhirnya  tersangka RS dibekuk oleh tim Buser Satreskrim Kupang di Desa Oinino, Kabupaten TTS sedangkan tersangka MB ditangkap di sebuah gubuk milik warga di Batakte, Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang.

Saat ditangkap tersangka MB berusaha melakukan perlawanan ,namun berhasil dilumpuhkan hingga akhirnya ditangkap dan dibawa ke Mapolres Kupang untuk dilakukan penahanan.(*)

Ikuti Berita Pos-Kupang.com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved