Berita Kota Kupang

DP3A Kota Kupang Optimis Kota Kupang mampu Jadi Kota Ramah HAM

Kesuksesan Kota Kupang Ramah HAM dapat dicapai jika semua pihak saling berkolaborasi  baik pemerintah, LSM maupun pihak gereja.

Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/JEVON AGRIPA DUPE
Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Kupang Randy Canny Andrew Rohi Kana, S.Sos saat di temui di ruang kerjanya, Rabu(30/11/2022). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM,  Jevon Agripa Dupe

POS-KUPANG.COM, KUPANG- Menanggapi Kota Kupang Ramah HAM, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kupang atau DP3A Kota Kupang optimis berjalan baik.

Kesuksesan Kota Kupang Ramah HAM  ini dapat dicapai jika semua pihak saling berkolaborasi  baik pemerintah, LSM maupun pihak gereja.

Demikian disampaikan Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Kupang, Randy Canny Andrew Rohi Kana, S.Sos saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu 30 November 2022.

Dirinya optimis Kota Kupang mampu menjadi Kota ramah HAM.

“Saya sendiri sangat Optimis Kota Kupang mampu menjadi Kota Ramah HAM, asalkan kita bekerjasama” jelas Randy.

Randy juga menyampaikan bahwa UPTD PAA DP3A dalam upaya penanganan kasus Kekerasan Seksual terhadap Perempuan dan Anak yang juga merupakan upaya penegakan HAM pihaknya berkolaborasi dengan berbagai lembaga.

Baca juga: Sepanjang Tahun 2022 Tercatat 276 Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan

“Kami tidak bekerja Sendiri, kami kerja kolaborasi karena itu dari UPTD PPA DP3A Kota Kupang, kami bekerja sama dengan Rumah Harapan GMIT untuk pengadaan Rumah aman, LBH Apik NTT, untuk pendampingan Hukum, Himpunan Psikologi Indonesia untuk psikolog, Rumah Sakit S.K.Lerik untuk korban yang mengalami Luka Fisik, dan Unit PPA Polresta Kupang Kota”, ungkap Randy.

Randy menyampaikan bahwa kendala untuk UPTD PPA DP3A Kota Kupang saat ini untuk melaksanakan tugasnya secara maksimal disebabkan karena kurangnya sumber daya manusia dan sarana prasarana.

"Untuk tantangan terbesar saat ini karena kurangnya sumber daya dan ketersediaan sarana prasarana”, ungkap Randy.

Randy berharap dengan Program Penjabat Wali Kota Kupang mengenai Kota ramah HAM, sarana prasarana penunjang bagi kaum-kaum rentan dapat segera disediakan,

”Semoga dibangun jalan khusus pengguna kursi roda, seperti jalan miring, trotoar serta falitas lain dapat digunakan kelompok-kelompok rentan disabilitas”, ungkap Randy.

Sementara itu Pendeta Emil Hauteas, Ketua UPP kemitraan Majelis Sinode GMIT, saat diwawancarai di lantai 3 Kantor Sinode GMIT, membenarkan bahwa pihaknya menjalin kerja sama dengan UPTD PPA DP3A Kota Kupang, untuk mengadakan Rumah aman bagi korban kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak.

Baca juga: Peringatan Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, Rumah Perempuan Bagikan Bunga Bagi Pengendara

”Benar kami menjalin kerjasama dengan DP3A lewat Rumah harapan GMIT untuk pengadaan rumah aman, dan lebih tepatnya kita saling berbagi sumber daya karena bukan hanya dengan kami tetapi juga dengan berbagai stakeholder”, ungkap Emil.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved