Gubernur Papua Diduga Korupsi

Lukas Enembe Izin Berobat ke Singapura, Pattyona Ungkap Fakta Haru: Kesehatannya Kini Makin Memburuk

Lukas Enembe, Gubernur Papua yang jadi tersangka dugaan kasus suap dan gratifikasi Rp 1 miliar kembali meminta izin ke KPK UNTUK berobat ke Singapura.

Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM
IZIN BEROBAT - Gubernur Papua Lukas Enembe, kembali meminta izin ke KPK untuk berobat di Singapura. Pemintaan izin itu disampaikan oleh kuasa hukumnya, Petrus Bala Pattyona di Gedung KPK, Senin 28 November 2022. Pasalnya, kondisi kesehatan Lukas semakin memburuk dari waktu ke waktu. 

POS-KUPANG.COM – Lukas Enembe, Gubernur Papua yang jadi tersangka dugaan kasus suap dan gratifikasi Rp 1 miliar kembali meminta izin ke KPK ( Komisi Pembarantasan Korupsi ), untuk berobat ke Singapura.

Izin berobat ke Singapura itu disampaikan Lukas Enembe melalui kuasa hukumnya, Petrus Bala Pattyona, di Gedung KPK di Jakarta, Senin 28 November 2022.

Pada kesempatan tersebut, Petrus Bala Pattyona juga menyampaikan bahwa kondisi kesehatan kliennya itu semakin memburuk dari hari ke hari.

Atas kondisi itulah, lanjut dia, pihaknya sangat berharap agar KPK memahami kondisi kliennya tersebut dengan mengizinkannya berobat ke Singapura.

Baca juga: KPK Geledah Rumah Lukas Enembe di Jakarta, Uang Tunai dan Emas Batangan Jadi Barang Bukti

Dia juga mengatakan, bahwa pengajuan izin berobat Lukas Enembe itu merupakan yang kedua kali. Ini dilakukan karena kesehatan Lukas Enembe semakin memburuk dari hari ke hari.

Dikatakannya, penyakit yang diderita Lukas Enembe itu menyerang ginjal dan paru-paru. Bahkan penyakit stroke yang diderita Lukas Enembe pun terus saja memburuk.

TEMUI LUKAS ENEMBE - Suasana saat Ketua KPK Firli Bahuri menemui Gubernur Papua, Lukas Enembe di kediaman pribadinya di Koya Tengah, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, Kamis 3 Oktober 2022. Momen ini rupanya menuai kritikan pedas dari salah seorang tokoh agama di Papua, Ismail Asso.
TEMUI LUKAS ENEMBE - Suasana saat Ketua KPK Firli Bahuri menemui Gubernur Papua, Lukas Enembe di kediaman pribadinya di Koya Tengah, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, Kamis 3 Oktober 2022. Momen ini rupanya menuai kritikan pedas dari salah seorang tokoh agama di Papua, Ismail Asso. (POS-KUPANG.COM)

“Kondisi terkini Pak Lukas semakin memburuk dalam tiga hal penyakit beliau itu, ya ginjal, paru sama stroke,” kata Pattyona.

Atas kondisi kesehatan kliennya itu, lanjut Pattyona, dokter-dokter dari Mount Elizabeth-Singapura juga menyarankan Lukas agar menjalani perawatan di negara tersebut.

Menurut dokter di Singapura, jika dalam tenggat waktu satu minggu ke depan politisi Partai Demokrat itu tak segera dirawat di Singapura, maka kondisinya akan semakin memburuk dan bisa berakibat pada hal-hal yang tak diinginkan.

“Intinya Pak Lukas Enembe harus dibawa ke Singapura. Kalau dibiarkan saja tetap di Papua, maka dalam satu minggu ke depan keadaannya akan sangat memburuk,” ungkap Pattyona.

Saat berada di Gedung KPK itu, Pattyona juga menyampaikan kondisi terkini Lukas Enembe itu langsung kepada penyidik KPK.

Ia tak sungkan meminta lembaga antirasuah itu agar mengizinkan Lukas berobat ke Singapura.

Dikatakannya, kliennya yang merupakan tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi Rp 1 miliar itu akan terbuka jika KPK mengirimkan dokter untuk mendampingi Lukas berobat ke Singapura.

Baca juga: Firli Bahuri Berterima Kasih, Gubernur Lukas Enembe Ternyata Sangat Terbuka dan Kooperatif

Ia juga mempersilakan KPK untuk memutuskan apakah dalam pengobatan tersebut, Lukas mesti didampingi penyidik KPK atau tidak.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved