Berita Manggarai Timur
Kagum dan Inspiratif, Tim PSKP Kemendikbudristek RI Kunjungi SMPN 18 Borong Manggarai Timur
Unggul juga menerangkan pengambilan gambar ini dilakukan di dua sekolah di Manggarai Timur yakni SMPN 18 Borong dan SMPN 5 Borong.
Penulis: Robert Ropo | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo
POS-KUPANG.COM, BORONG - Tim Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan (PSKP), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Ristek dan Teknologi (Kemendikbudristek RI) mengunjungi SMPN 18 Borong, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur.
Kedatangan tim yang dipimpin, Unggul Sudrajat, Analis Kebijakan Muda PSKP itu diterima langsung oleh Kepala SMPN 18 Borong, Astika Fridivianty, S.Pd bersama para guru dan siswa-siswi di sekolah, Sabtu, 26 November 2022.
Turut hadir juga Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Manggarai Timur Winsensius Tala, S.Pd bersama sejumlah staf.
Baca juga: Tiga Hari Jaringan Eror, Pelayanan Dokumen Kependudukan Dukcapil Manggarai Timur Terganggu
Unggul Sudrajat kepada POS-KUPANG.COM, menerangkan, dari tanggal 25-30 November 2022, Tim PSKP berkunjung ke Kabupaten Manggarai Timur untuk mengambil gambar dalam program Prespektif Perbincangan Pendidikan Inspiratif.
Pengambilan gambar dan mewawancarai pihak sekolah itu, kata Unggul, pihaknya ingin melihat dan belajar dari Kabupaten Manggarai Timur mengenai praktek baik Pendidikan yang dijalankan.
"Bagaimana kita tahu bahwa Manggarai Timur ini sudah menjelankan berbagai program dari Kemendikbudristek RI seperti program sekolah penggerak dan program implementasi kurikulum merdeka belajar," terangnya.
Dikatakan Unggul, dari data yang pihaknya peroleh ini merupakan contoh menarik yang kemudian diangkat ke tingkat Nasional. Dengan harapan agar Sekolah-sekolah yang ada di daerah lain dapat belajar dari Kabupaten Manggarai Timur mengenai semangat pendidikan yang ada.
Unggul juga menerangkan pengambilan gambar ini dilakukan di dua sekolah di Manggarai Timur yakni SMPN 18 Borong dan SMPN 5 Borong.
Baca juga: Video Viral TikTok, Ibu Dan Anak Hanyut Terbawa Arus Air Sungai di Lambaleda Timur Manggarai Timur
"Kemarin kami ke SMPN 5 Borong kita disambut dengan tarian caci, kita juga mengikuti rangkaian proses pembelajaran yang diikuti oleh siswa-siswi dengan berbagai projek penguatan profil pelajar pancasila atau P5. Dan kita mengikuti sampai ke rumah gendang dan kita melihat rencana pesta sekolah yang direncanakan oleh warga,"terangnya.
Unggul juga mengatakan, selanjutnya menuju SMPN 18 Borong juga untuk melihat proses pembelajaran dengan P5 yang dilakukan oleh pihak sekolah.
Unggul juga mengaku mereka sangat tercengang dan kagum dengan dedikasi kepala sekolah bersama para guru dan juga semangat para guru dalam proses pembelajaran meskipun ditengah keterbatasan fasilitas dan sarana-prasarana di SMPN 18 Borong.
"Kita melihat meskipun di tengah keterbatasan, namun justru mereka mampu tumbuh semangat dalam belajar. Ini menjadikan semangat motivasi dan inspiratif kami yang nantinya kami akan sampaikan kepada seluruh masyarakat di Indonesia,"terangnya.
Kepala SMPN 18 Borong, Astika Fridivianty, S.Pd menyampaikan rasa syukur dan terimakasih kepada Kemendikbudristek RI dengan kunjungan dari pihak PSKP di sekolah itu untuk melihat dan mewawancarai mereka terkait program yang dijalankan selama ini.
Baca juga: Video Viral TikTok, Ibu Dan Anak Hanyut Terbawa Arus Air Sungai di Lambaleda Timur Manggarai Timur
"Kami sangat bangga, karena dengan kunjungan ini kan mengarah ke perhatian. Kami menceritakan sesuai apa saja yang ada di sekolah kami dan mereka juga turun melihat secara langsung,"Ujarnya.
Astika juga menerangkan, inti dari tim PSKP mengunjungi sekolah itu terkait pengimplementasian kurikulum merdeka belajar. SMPN 18 Borong menerapkan P5 sebagai andalan untuk jalur mandiri belajar.
Astika juga mengatakan, terkait kurikulum merdeka ini sejauh ini pihaknya melaksanakan sesuai kemampuan mereka di lingkungan sekolah sejauh bermanfaat untuk melatih dan memberikan pembelajaran pada pada peserta didik.
Astika juga mengaku, dalam kunjungan tim PSKP itu juga melihat dan menanyakan langsung terkait ketersediaan sarana prasarana yang serba terbatas.
Astika mengatakan, meskipun dengan penuh keterbatasan, namun pihaknya tetap mencoba menjalankan segala program yang dicanangkan oleh pemerintah dengan harapan jika pada saatnya kurikulum ditetapkan secara nasional, maka tinggal melaksanakan saja.
Baca juga: Sungai Curam dan Sempit Jadi Kendala Tim Pencarian Terhadap Nenek dan Cucu di Manggarai Timur
Astika juga mengharapkan agar ada perhatian terkait minimnya fasilitas dan sarana prasarana di sekolah itu untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar.
Pantauan POS-KUPANG.COM, terlihat kedatangan tim PSKP itu melihat proses belajar mengajar di dalam kelas dan di luar kelas. Melihat dan mewawancarai terkait sarana-prasarana.
Selain itu mereka juga melihat dan mewawancarai terkait kegiatan dari tema kewirausahaan oleh pihak sekolah itu dengan menanam sayur-sayuran di sekolah itu. Selain melihat dan mewawancarai mereka juga mengambil gambar foto dan video. (rob)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS