Jumat, 1 Mei 2026

Berita Manggarai Timur

Kadin Manggarai Timur Sosialisasi Soal Kuliah Gratis dan Bekerja di Jerman 

Program ini diselenggarakan langsung oleh Pemerintah Jerman melalui Kedutaan Besar Republik Federal Jerman di Indonesia, Kamar Dagang Industri Jerman

Tayang:
Penulis: Robert Ropo | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
TEMU MUKA - Kadin Matim sedang melakukan temu muka dengan kaum muda di Manggarai Timur pada Selasa 8 November 2022. Dalam pertemuan itu diinformasikan bahwa Kadin NTT bekerja sama dengan Habibie Education Youth (HEY) melakukan kerjasama program kuliah gratis dan bekerja di Jerman (Berufschule und Ausbildung) bagi anak-anak NTT termasuk Manggarai Timur. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM, BORONG- Kamar Dagang dan Industri Provinsi Nusa Tenggara Timur atau Kadin NTT bekerja sama dengan Habibie Education Youth (HEY) melakukan kerjasama program kuliah gratis dan bekerja di Jerman (Berufschule und Ausbildung) bagi anak-anak NTT termasuk Manggarai Timur.

Program ini diselenggarakan langsung oleh Pemerintah Jerman melalui Kedutaan Besar Republik Federal Jerman di Indonesia, Kamar Dagang dan Industri Jerman (Deutscher Industrie-und Handelskammertag, DIHK) dan Goethe Institut sebagai lembaga standarisasi level Bahasa Jerman, juga Deutsche Indonesien Habibie Fur Arbeit (DIHA) serta Nana Saragih Character Building School. 

Menyikapi program ini, maka Kadin Manggarai Timur melakukan Rapat Bidang 10 yaitu Bidang Sumber Daya Manusia dan Kesejahteraan Masyarakat yang berlangsung di Kafe Kopibee - Borong, Selasa 8 November 2022 malam. 

Menurut Ketua Kadin Manggarai Timur Maximillian Nalang Firman Demorin bahwa  program ini merupakan salah satu program luar biasa dari Kadin NTT di bawah kepemimpinan Ketua Umum (Ketum) Bobby Lianto di samping program-program lainnya.

Dan Kadin Kabupaten/Kota sudah seharusnya menjemput bola dan membawa peluang ini ke daerahnya masing-masing.

"Sasarannya adalah anak-anak kelas 3 SMA/SMK sampai dengan yang sudah tamat SMA/SMK tetapi masih berusia di bawah 30 tahun, rentang usia 17-30 tahun,"ujar Firman.

Baca juga: Sukseskan B20 Dialog di Labuan Bajo, Kadin NTT Siap untuk ASEAN SUMMIT 2023

"Untuk adik-adik yang masih kelas 2 SMA juga bisa disiapkan memang dengan mengikuti pelatihan bahasa Jerman dan 10 sekolah kepribadian terlebih dahulu, jadi begitu tamat kelas 3 bisa langsung berangkat. Dan untuk tahap pertama ini kita upayakan minimal 40 orang dulu, agar kelas persiapan bisa dibuka di Borong,"sambungnya.

Dikatakan Firman, program ini sungguh sangat luar biasa karena kuliahnya gratis, apartemen atau tempat tinggal gratis, makan minum gratis, transportasi gratis, dan sesudah itu dapat gaji/uang saku pula.

Dengan pola yang dibangun dalam seminggu adalah 2-3-2 yaitu 2 hari kuliah, 3 hari bekerja dan 2 hari libur. Kerjanya juga pada bidang yang ada kaitannya dengan jurusan yang diambil oleh anak-anak nanti dengan gaji antara 752 sampai 1400 euro tergantung perusahaannya atau sekitar Rp11 juta-Rp22 juta/bulan jika kurs Rp15ribu dengan waktu kerja hanya 12 hari/bulan. 

"Jadi kalau mau dilihat, di Jerman nanti, kuliah otak dan otot sekaligus, bahkan lebih banyak praktiknya dari pada teori. Setelah lulus, ada 2 pilihan untuk adik-adik kita, bisa pulang kembali ke Indonesia, atau bisa langsung kerja di sana dengan gaji dasar 2.000 Euro atau sekitar 30 jutaan, dan bisa juga melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi,"ujarnya.

Lanjut Firman, untuk program ini ada 378 jurusan yang bisa diambil, namum secara global dibagi ke dalam 4 besar yaitu teknik, keperawatan, gastronomi, dan administrasi perkantoran. 

"Di Jerman jurusannya sangat detail. Contoh Teknik. Ada teknik mesin, dibagi lagi jurusannya jadi, teknik mesin perkapalan, teknik mesin industri, teknik mesin tekstil, dan sebagainya. Teknik sipil, dibagi lagi jurusannya yakni teknik sipil bangunan, teknik sipil jembatan, dan sebagainya,"terang Firman. 

Baca juga: Potensi Kabir Pulau Pantar Luar Biasa, KADIN  NTT Bantu Pasarkan Produk Desa Binaan Bank NTT 

"Ada juga 1 jurusan yang menarik Mekatronika menggabungkan 3 ilmu dalam 1 jurusan yaitu mekanikal, elektronika dan informatika. Untuk gastronomi ada jurusan perhotelan, jurusan restoran, koki, dan sebagainya. Keperawatan dibagi lagi jurusannya yakni perawat rumah sakit, perawat klinik, perawat lansia. Tapi kalau ambil jurusan keperawatan, bahasa jerman harus sampai level B2,"sambungnya.

Firman juga menerangkan, akan ada biaya yang tetap dikeluarkan untuk kelas persiapan di Indonesia yaitu sebesar Rp 35 juta yang dapat dibayar sekaligus atau dicicil dalam 4 tahap, yaitu DP Rp 5juta, bulan kedua, ketiga dan keempat masing-masing Rp10 juta.

Uang dapat ditransfer langsung ke rekening HEY yang melaksanakan kelas persiapan. Angka ini adalah untuk Pelatihan Bahasa Jerman selama 6 bulan dari Zero to Hero (A2, A2, B1), Buku-buku pelatihan A1 A2 sampai dengan B1, pelatihan 10 sekolah kepribadian (mengingat kita dari negara berkembang akan masuk ke negara maju) yang meliputi Pengembangan Diri IQ,EQ,SQ, dan ESQ, Psikotest dan pemilihan jurusan, Coaching & Mentoring, Entrepreneurship, Performance, Table Manners, Attitude, East & West Culture, Body Language dan Public Speaking. 

Lalu ada juga pengurusan visa, penterjemah tersumpah untuk dokumen-dokumen yang akan dikirim ke Jerman serta Koordinasi transportasi ke Jerman, koordinasi dengan perusahaan tempat kerja, dan lain-lain.

Termasuk juga pengurusan tiket ke Jerman yang akan ditanggung oleh Perusahaan tempat anak-anal akan bekerja (gratis). Kelas persiapan 6 bulan ini akan dilaksanakan di Borong, jika kuota sudah sampai 40 orang. 

"Jadi kita tidak perlu harus ke Jawa lagi atau ke Batam untuk mengikuti kelas persiapan, karena tim dari Habibie Education Youth (HEY) yang akan datang ke Borong dan tinggal di Borong selama program ini berjalan. Karena itu kelas ini wajib diikuti secara penuh, agar nanti bisa lulus dalam ujian bahasa Jerman sampai level B1 di Goethe Institut dan mendapatkan sertifikat, karena Bahasa Jerman ini merupakan syarat mutlak,"terang Firman. 

Baca juga: Ketua Umum Kadin NTT Temui Dua Pengusaha Muda Melbourne,TAPP Akan Bantu Pelaku UMKM NTT 

"Jika tidak lulus, maka akan dilakukan remedial sampai lulus. Orang tua juga akan mengeluarkan biaya tambahan di luar Rp35 juta yaitu transportasi, akomodasi dan makan minum untuk urusan ujian di Goethe Institut di Surabaya. Jika tidak lulus, maka harus remedial lagi, dengan biaya remedial adalah Rp 900.000/modul. Sehingga lagi-lagi diharapkan agar mengikuti kelas persiapan selama 6 bulan di Borong dengan sungguh-sungguh agar bisa lulus,"sambungnya.

Selain itu juga, terang Firman, yang harus disiapkan oleh siswa/orangtua adalah ijazah asli dan legalisir, transkrip nilai dan legalisir, akta kelahiran dan paspor yang dapat diurus di Maumere atau Labuan Bajo. Perlu diingat bahwa nama anak dan orangtua di Ijazah, akta kelahiran dan paspor harus sama persis, jangan salah 1 hurufpun.

Dikatakan Firman, dalam technical meeting  juga memutuskan bahwa untuk tahap pertama ini perekrutan akan kembalikan ke pihak sekolah yang sudah dihubungi baik itu SMA maupun SMK di wilayah Borong dan sekitarnya, misalnya Kisol, Jawang, dan lain sebagainya. 

Mengingat bahwa Kelas Persiapan dilaksanakan di Borong,  jadi peserta harus hadir tiap hari. Untuk sekolah-sekolah yang jauh dari Borong, pihaknya masih memikirkan bersama teknisnya bagaimana.

Sedangkan untuk pembiayaan khusus untuk peserta yang agak kesulitan menyiapkan dana Rp 35 juta tersebut, Kadin Matim akan membangun komunikasi dengan pihak Perbankan atau Koperasi yang mau bekerjasama mencari jalan keluar untuk soal biaya ini, karena peserta ini ketika sampai di Jerman juga akan langsung kuliah dan bekerja, tentunya akan mendapatkan gaji yang bisa digunakan untuk menutup kembali biaya-biaya selama proses persiapan sebelum berangkat.

Kelanjutannya akan dibahas lebih luas lagi dengan pihak sekolah beberapa waktu ke depan.

Baca juga: Ketum KADIN NTT Tiba di Sydney, Bawa Sampel Produk UMKM NTT

"Secara ringkas juga kami dapat sampaikan syarat-syarat dari pihak Jerman antara lain usia 17-30 tahun, berwawasan mandiri, berpikir internasional, sertifikasi Bahasa Jerman Goethe Institut, tidak ada cacat fisik/penyakit kronis, tidak pernah memakai narkoba, dan wajib menjaga nama baik bangsa dan negara Indonesia,"terangnya.

Dikatakan Firman, Kadin melalui jaringan kerjasamanya akan tetap berupaya memperjuangkan hal-hal positif untuk Kebangkitan Ekonomi dan juga Kebangkitan SDM NTT khususnya untuk masyarakat di Manggarai Timur tercinta ini. (rob) 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved