Manggarai Timur Terkini
Tiga Desa di Ranamese Manggarai Timur Terancam Terisolasi, Crossway Wae Musur Ambruk
Menurut Indrano, seharus pemerintah daerah cepat mencor kembali dititik yang ambruk tersebut agar tidak tambah parah kondisi kerusakan.
Penulis: Robert Ropo | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo
POS-KUPANG.COM, BORONG -- Warga tiga desa yakni Desa Bea Ngecung, Desa Lidi, dan Desa Satarlenda, di Kecamatan Ranamese, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) terancam terisolir dampak cros Way sungai Wae Musur yang menghubungkan jalan lintas selatan Sok-Wae Care ambruk.
Crosway yang dikerjakan oleh Pemkab Manggarai Timur bersama TNI AD dalam program TMMD Tahun 2023 lalu kini sudah ambruk diterpa banjir bandang di sungai Wae Musur dampak intensitas curah hujan yang tinggi akhir-akhir ini.
Kris Jenarut salah satu warga kepada POS-KUPANG.COM, Jumat 1 Mei 2026 mengatakan, cros way itu kini sudah putus dan sudah sangat sulit dilalui oleh kendaraan karena banjir.
"Kemarin itu lubang besar sudah putus tetapi ada penimbunan kembali sehingga masih bisa dilalui mobil dan motor untuk saat ini. Tapi kalau banjir lagi pasti akan putus total itu crossway," ujarnya.
Baca juga: Polres Manggarai Timur Amankan Ratusan Liter BBM Pertalite dan Minyak Tanah
Kris juga mengatakan, sudah berulang-ulang kali warga menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah baik melalui Musrenbang Kecamatan, maupun Musrenbang Kabupaten termasuk juga disampaikan kepada DPRD agar segera dibangun jembatan penghubung namun hingga kini belum juga dibangun.
"Pada tahun 2023 lalu memang ada program TMMD sehingga pernah dibangun Crossway namun kini sudah ambruk karena terus terjadi abrasi dampak dari banjir. Sehingga kami selaku masyarakat tentu menyuarakan terus untuk pembangunan jembatan ini,"ujarnya.
Warga lainya, Anton menambahkan jalan itu sangat strategis dimana menghubungkan wilayah Kota Borong menuju tiga desa di wilayah selatan Ranamese yaitu Desa Lidi, Desa Bea Ngencung, dan Desa Satarlenda. Selain itu jalan itu juga menghubungkan wilayah Kabupaten Manggarai seperti di wilayah Kecamatan Satarmese dan Satarmese Barat.
"Karena itu kami minta semoga Pemerintah bisa berusaha untuk bangun jembatan baru. Kita tahu bersama karena saat ini dampak efisiensi anggaran, tapi kami tetap berharapnya," Ujar Marno.
Kepala Desa Bea Ngencung, Evaristus Indrano ketika dikonfirmasi, membenarkan itu. Ia mengatakan crossway itu sudah putus dampak diterjang banjir bandang. Namun ia berusaha meminta alat berat untuk menimbun kembali material di titik badan crossway yang ambruk itu.
"Saya minta bantuan excavator yang kebetulan lewat untuk uruk batu besar dan timbun. Tapi kalau banjir besar tetap akan rusak lagi," ujarnya.
Menurut Indrano, seharus pemerintah daerah cepat mencor kembali dititik yang ambruk tersebut agar tidak tambah parah kondisi kerusakan.
"Harus secepatnya di cor sebelum melebar patahannya," ujarnya. (rob)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/cross-way-wae-musur.jpg)