Berita Manggarai Timur
Siswa-Siswi SMAN 3 Borong Manggarai Timur Dapat Pendidikan Seks yang Baik
Kegiatan ini menghadirkan dua orang narasumber yakni Hani Kumala M.Psi.Psikolog dan Pater Avent Saur SVD selaku penggagas Komunitas Relawan KKI NTT
Penulis: Robert Ropo | Editor: Edi Hayong
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo
POS-KUPANG.COM, BORONG- Lembaga SMA Negeri 3 Borong menggandeng Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling atau MGBK Kabupaten Manggarai Timur menggelar kegiatan Sex Education for Teenager atau pendidikan seks untuk remaja untuk mencegah terjadinya Sex bebas bagi remaja khususnya para peserta didik.
Kegiatan ini berlangsung di SMA Negeri 3 Borong, Desa Golo Kantar, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Senin 7 November 2022.
Kegiatan ini menghadirkan dua orang narasumber yakni Hani Kumala M.Psi.Psikolog dan Pater Avent Saur SVD selaku penggagas Komunitas Relawan KKI NTT.
Hadir dalam kegiatan itu, Ketua PGRI Kabupaten Manggarai Timur, Yuvensius Menggot, Ketua MKKS-SMA Kabupaten Manggarai Timur, Frumensius Hemat, para kepala sekolah, para guru Bimbingan Konseling (BK) bersama sejumlah komunitas dan para guru dan siswa-siswi SMAN 3 Borong serta undangan lainya.
Pantauan Pos Kupang, kedatangan kedua narasumber disambut dengan sapaan adat (kepok sandung) oleh siswa-siswi dan pengalungan selendang. Selanjutnya kedua narasumber bersama rombongan diterima oleh Kepala SMA Negeri 3 Borong, Konstantinus Everson Rada, S.Psi, didampingi para guru.
Selanjutnya kedua narasumber diantar dengan tarian dan selanjutnya dilakukan kepok kapu.
Baca juga: Guru di Pelosok Minta Jaringan BAKTI Nonaktif, Pemkab Manggarai Timur Koordinasi dengan Kominfo
Pada kesempatan ini Kepala SMA Negeri 3 Borong, Konstantinus Everson Rada, S.Psi menyampaikan rasa syukur karena pihaknya dapat menyelenggarakan kegiatan itu. Menurutnya kegiatan itu sangat urgent bagi para guru BK maupun para peserta didik.
Menurutnya kebutuhan remaja akan perilaku seksual bukan menjadi hal tabu lagi, namun perlu dibuka atau digali secara mendalam agar memberikan jawaban baik terhadap kebutuhan seksual anak.
Karena itu, melalui kegiatan ini pihaknya melibatkan berbagai pihak untuk turun langsung memberikan edukasi terkait sex terhadap para remaja.
Menurutnya remaja pada saat melewati masa pubertas mereka harus melewati salah satu tugas perkembangan yang harus dilewati dengan baik. Karenanya kegagalan orang tua itu tidak boleh menjadi kegagalan bagi guru.
Menurut Konstantinus, dengan perkembangan teknologi salah satunya handphone Android atau gadget juga membawa dampak yang kurang positif, karena di online selalu muncul gambar-gambar pornografi.
Apalagi disaat anak-anak remaja mau menyusahkan diri dengan perkembangan tubuhnya dengan menggunakan handphone menjadi rolemodel untuk menonton pornografi, sehingga berdampak pada kecanduan pornografi.
Baca juga: Jaringan BAKTI Eror, Siswa SDI Deruk Manggarai Timur Ikut ANBK di Kebun Warga
"Hal ini tentu berbahaya bagi anak-anak kita, karena itu melalui kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk mencegah hal-hal buruk ini terjadinya," ujarnya.
Konstantinus juga mengajak semua stakeholder untuk terlibat bekerja sama yang baik untuk memberikan bimbingan konseling terkait perkembangan akan kebutuhan seksual bagi para remaja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/upacara-penyambutan-kepada-narasumber-dalam-kegiatan-sex-education.jpg)