Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Kamis 3 November 2022, Tuhan Tidak Melihat Masa Lalu Kita

Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RP. John Lewar SVD dengan judul Tuhan Tidak Melihat Masa Lalu Kita.

Editor: Agustinus Sape
YOUTUBE/SUARA PAGI RENUNGAN HARIAN KATOLIK
RENUNGAN - RP. John Lewar SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik untuk hari Kamis 3 November 2022 dengan judul Tuhan Tidak Melihat Masa Lalu Kita. 

Semua orang yang berdosa selalu mempunyai kesempatan untuk bertobat.

Maka, hari ini Yesus mengajak kita untuk bertobat. Kita yang berdosa dan lemah ini sangat dikasihi oleh Tuhan.

Ia senantiasa mencari dan menemukan kita. KasihNya mengalahkan dosa-dosa kita.

Walaupun kita selalu berbuat dosa, Ia tetap mengasihi. Ia mencari dan mendapatkan kita. Ia memberi kesempatan supaya kita memperbaiki diri.

Lihatlah! Akan banyak para malaikat Allah yang bersukacita karena kita ingin bertobat dan mengikuti Yesus.

Benarlah kata seorang bijak, "Anda dapat lari dari hadapan Tuhan. Anda dapat mengutuki Tuhan. Anda dapat membenci Tuhan. Tetapi Anda tidak dapat mencegah Tuhan untuk mencari dan mengasihi Anda."

Di dalam hidup ini, Anda mungkin pernah merasa kecewa karena beban hidup yang berat, karena kegagalan yang pernah Anda alami dan sebagainya.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 2 November 2022, Jangan Ada yang Hilang Binasa

Kemudian Anda ingin lari dari Tuhan, lari dari persekutuan umat. Mulai meragukan kasih dan pertolongan Tuhan.

Di dalam keadaan seperti itu, Tuhan Yesus yang penuh kasih, tidak menjauhi kita. Ia tetap mengasihi kita.

Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus.

Tuhan tidak pernah merasa berputus asa kepada manusia yang berdosa, termasuk Anda dan saya, kita sekarang ini. Allah tidak melihat masa lalu kita.

Allah tetap mengasihi kita. Allah yang kita kenal adalah Allah yang suka mengampuni. Seberapa buruknya masa lalu kita, Allah tetap mengasihi kita.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Selasa 1 November 2022, Berbahagialah

Beberapa hal patut kita renungkan.

Pertama, kita tidak bisa mengubah masa lalu, tetapi kita bisa memohon Tuhan mengampuni kita.

Kedua, kasih Tuhan melampaui pemberontakan kita kepadaNya.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved