Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Selasa 18 Oktober 2022, Lukas Seorang Dokter dan Sahabat Orang Sakit

Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RP. John Lewar SVD dengan judul Lukas Seorang Dokter dan Sahabat Orang Sakit.

Editor: Yeni Rahmawati
YOUTUBE/SUARA PAGI RENUNGAN HARIAN KATOLIK
RENUNGAN - RP. John Lewar SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik untuk hari Selasa 18 Oktober 2022 dengan judul Lukas Seorang Dokter dan Sahabat Orang Sakit. 

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RP. John Lewar SVD dengan judul Lukas Seorang Dokter dan Sahabat Orang Sakit.

RP. John Lewar menulis Renungan Harian Katolik ini dengan merujuk 2Timotius 4:10-17b, dan bacaan Injil Lukas 10:1-9

Di akhir Renungan Harian Katolik ini disediakan pula teks lengkap bacaan Selasa 18 Oktober 2022 beserta mazmur tanggapan dan bait pengantar Injil.

 

Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus.

Pada hari ini kita merayakan pesta Santu Lukas, pengarang injil. Lukas adalah seorang tabib/dokter Yunani yang kafir.

Dia adalah seorang pribadi yang saleh, selalu bersikap lemah lembut serta baik hati.

Dia mengenal Kristus melalui pewartaan rasul Paulus. Lukas menjadi mitra kerja Paulus.

Setelah bertobat dan menjadi kristen, dia pergi menyertai Paulus ke berbagai tempat untuk mewartakan kabar gembira.

Di Yerusalem Paulus ditangkap dan dimasukkan dalam penjara selama dua tahun.

Lukas mengunjunginya dengan setia. Sangat boleh jadi bahwa pada waktu itu Lukas mulai mengumpulkan bahan-bahan yang dipergunakannya dalam menulis Injilnya dan Kisah Para Rasul.

Pandangannya sangat dipengaruhi oleh pandangan dan ajaran Paulus.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Selasa 18 Oktober 2022, Waktu dan Situasi Dapat Mengubah Manusia

Menurut Lukas, kabar gembira ditujukan kepada semua orang,khususnya kepada orang orang lemah, yang hina dina dan yang menderita sakit.

Oleh karena itu, Injil Lukas biasa disebut Injil kerahiman Allah atau Injil Cinta Allah.

Perikop injil pada hari ini tentang tugas perutusan para murid. Yesus menunjukkan bahwa perutusan yang dinyatakan kepada para murid bukanlah perutusan tanpa risiko.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved