Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Minggu 16 Oktober 2022, Berkanjang dalam Doa
Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RP. John Lewar SVD dengan judul Berkanjang dalam Doa.
Secara historis para pengikut Kristus di Asia kecil waktu itu tidak mengalami penganiayaan melainkan diperlakukan secara tidak adil oleh para penguasa setempat.
Sering terjadi bahwa mereka tidak dapat menikmati hak mereka sebagai warga negara secara wajar oleh karena iman mereka.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Minggu 16 Oktober 2022, Berdoa dengan Tekun, Berjuang Sekuat Tenaga
Nasib mereka ibarat seorang janda miskin yang diabaikan dan tidak dibelah hak-haknya.
Di hadapan sikap diskriminatif dan ketidak adilan seperti ini mereka bisa saja berputus asa, menjadi kecewa dan marah dan bahkan bisa saja mempraktekkan kekerasan melawan penguasa.
Berangkat dari situasi seperti itu Lukas menulis perikop yang diperdengarkan hari ini dan meminta mereka untuk tetap bersikap sebagaimana layaknya seorang pengikut Kristus.
Menurut Lukas sikap seorang Kristen yang benar di hadapan ketidak adilan adalah berdoa dan terus berdoa dengan tidak jemu-jemunya bukan supaya situasi mereka itu berubah melainkan terutama agar mereka tetap teguh bertahan, tetap bersikap wajar sebagai pengikut Kristus dan tidak memperparah situasi yang ada dengan sikap yang tidak bertanggung jawab.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Jumat 14 Oktober 2022, Hidup Apa Adanya di Hadapan Tuhan
Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus.
Ajakan Lukas untuk berkanjang dalam doa aktual untuk kita juga hari ini.
Dalam situasi-situasi sukar terlebih ketika iman kita sedang mendapat ujian berat dan kita merasa seakan doa-doa kita sia-sia belaka, Tuhan sepertinya menutup mata dan telinga terhadap realitas yang menimpah kita, kiranya kita tetap teguh bertahan, tetap mencintai doa agar kita tidak mudah kecewa, memberontak dan menjauhkan diri dari Tuhan.
Dalam situasi sulit apa pun doa yang terus dijalankan dengan tekun ibarat jembatan kokoh yang menghubungkan kita dengan Tuhan.
Dalam doa ada dialog, sama seperti di antara orang-orang yang sedang jatuh cinta.
Dialog yang tetap dan terus-menerus membantu mereka untuk saling mengerti dan memahami.
Demikian pula dalam doa yang tekun itu perlahan-lahan kita dibantu untuk menyesuaikan pikiran, kehendak dan rencana kita dengan yang dari Tuhan sendiri.
Doa membantu kita untuk melihat dan menilai realitas kita bukan dengan cara dan pandangan manusiawi kita melainkan dengan cara dan pandangan Allah sendiri.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Sabtu 15 Oktober 2022, Hidup Mengandalkan Allah
Doa yang terus-menerus itu membantu kita untuk beralih dari realitas manusiawi kita ke dalam realitas Allah sendiri.