Polisi Tembak Polisi

Surat Dakwaan Ferdy Sambo : Pengakuan Putri Candrawathi Picu Amarah Ferdy Sambo Terhadap Brigadir J

Surat dakwaan Ferdy Sambo telah diserahkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, kemudian diunggah ke Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP).

Editor: Alfons Nedabang
TANGKAPAN LAYAR KOMPAS TV
ISTRI FERDY SAMBO - Putri Candrawathi menjalani adegan rekonstruksi pembunuhan Brigadir J. Dalam surat dakwaan Ferdy Sambo, Putri Candrawathi mengaku diperlakukan kurang ajar oleh Brigadir J. 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah selesai menyusun surat dakwaan Ferdy Sambo dan tersangka lain yang terlibat kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir Yosua alias Brigadir J.

Surat dakwaan Ferdy Sambo telah diserahkan ke majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, kemudian diunggah ke Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP).

Melansir dari SIPP Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, terungkap pemicu puncak kemarahan Ferdy Sambo kepada Brigadir J yang terjadi pada Jumat 8 Juli 2022.

Terpantau pada Rabu 10 Oktober 2022, diketahui bahwa Ferdy Sambo telah lebih dulu berada di Jakarta. Sementara istrinya, Putri Candrawathi masih berada di Magelang, Jawa Tengah.

Ferdy Sambo menerima telepon dari Putri Candrawathi. Sang istri disebut menangis saat berbincang dengan Ferdy Sambo.

Putri Candrawathi disebut menceritakan perbuatan kurang ajar Brigadir J terhadapnya.

Ferdy Sambo yang mendengar cerita tersebut menjadi marah. Putri Candrawathi lantas berinisiatif meminta sang suami tak menghubungi siapapun, termasuk para ajudan.

"Mendengar cerita tersebut, Ferdy Sambo menjadi marah kepada korban Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) namun Putri Candrawathi berinisiatif meminta kepada terdakwa Ferdy Sambo untuk tidak menghubungi siapa-siapa, dengan perkataan "jangan hubungi Ajudan"," demikian surat dakwaan Ferdy Sambo.

Baca juga: Surat Dakwaan Ferdy Sambo : Tak Ada Perintah Tembak, Bharada E Diminta Hajar Brigadir J

Putri Candrawathi beralasan rumah di Magelang kecil dan dia khawatir ada orang lain yang mendengar cerita itu.

Jaksa menyebut, Putri Candrawathi takut terjadi hal yang tak diinginkan seusai cerita itu diketahui yang lain.

"Jangan hubungi yang lain, mengingat rumah di Magelang kecil dan takut ada orang lain yang mendengar cerita tersebut dan khawatir akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan mengingat korban Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) memiliki senjata dan tubuh lebih besar dibanding dengan Ajudan yang lain (yang saat itu mendampingi Saksi Putri Candrawathi di Magelang)," demikian isi surat dakwaan.

Mendengar permintaan Putri Candrawathi, Ferdy Sambo setuju sehingga tak menghubungi siapapun. Ferdy Sambo meminta istrinya langsung pulang dan menceritakan peristiwa tersebut setibanya di Jakarta.

Saat pulang ke Jakarta, Brigadir J tak semobil dengan Putri Candrawathi.

"Terdakwa Ferdy Sambo menyetujui permintaan Putri Candrawathi tersebut dan Putri Candrawathi meminta pulang ke Jakarta dan akan menceritakan peristiwa yang dialaminya di Magelang setelah tiba di Jakarta," demikian isi surat dakwaan Ferdy Sambo.

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan siap menggelar sidang perdana kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J pada Senin 17 Oktober 2022 mendatang. (*)

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved