Berita Manggarai Timur
Pejabat Eselon II Lingkup Pemkab Manggarai Timur Ikut Uji Kesesuaian Kompetensi
Bupati Agas Andreas mengatakan, Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan faktor penting bagi sebuah organisasi dalam melaksanakan tugas dan fungsi
Penulis: Robert Ropo | Editor: Edi Hayong
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo
POS-KUPANG.COM, BORONG- Sebanyak 26 orang pejabat Pejabat Eselon II atau Pimpinan Tinggi Pratama lingkup Pemkab Manggarai Timur mengikuti uji kesesuaian kompetensi/pemetaan dan evaluasi kinerja jabatan, Kamis 6 Oktober 2022.
Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari dari tanggal 6-8 Oktober 2022 sebagai bentuk peningkatan kualitas sumber daya aparatur dalam rangka menjalankan tugas dan fungsi di masing-masing bidang sesuai urusannya.
Saat membuka kegiatan ini di ruang rapat Bupati Manggarai Timur, Kamis 6 Oktober 2022, Bupati Manggarai Timur Agas Andreas menyampaikan beberapa pokok pikiran terkait kegiatan evaluasi kinerja jabatan.
Dalam arahannya sebelum membuka kegiatan itu, Bupati Agas Andreas mengatakan, Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan faktor penting bagi sebuah organisasi dalam melaksanakan tugas dan fungsinya untuk mencapai tujuan.
Dikatakannya, Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur tentunya membutuhkan peningkatan kualitas sumber daya aparaturnya dalam rangka menjalankan tugas dan fungsinya di masing-masing bidang sesuai urusannya.
Dalam merespon komitmen dimaksud, lanjut Bupati Agas Andreas maka pembenahan dan penataan Aparatur yang menjadi Top Manajer pada level Pimpinan Tinggi Pratama di daerah, patut dievaluasi, dinilai ulang/reevaluasi secara cermat, transparan dan kompetitif.
Ini dimaksudkan agar menghasilkan seorang pemimpin yang bersih, profesional, bertanggung jawab dan melayani, yang tentunya akan bersinergi dengan tuntutan masyarakat terhadap pelayanan birokrasi pemerintahan yang baik.
Baca juga: Terpilih Jadi Calon Wakil Bupati Manggarai Timur, Heremias Dupa Ucapkan Selamat Buat Siprianus Habur
Menurutnya, seorang pemimpin tidak hanya memiliki potensi, namun potensi itu perlu dikembangkan untuk menjadi kompetensi. Harus kerja keras dan kerja cerdas serta kerja secara iklas.
Selain itu seorang pemimpin harus profesional yang punya pengetahuan dan keterampilan dimana harus mempunyai relasi yang bagus antara pegawai dan pihak lainya untuk kerja sama yang bagus seperti yang didengungkan pemimpin itu bukan superman tapi super tim.
"Kalau tidak punya relasi yang bagus tentu menimbulkan konflik internal. Saya harapkan harus jaga kekompakan tim dalam melayani publik yang bermuara pada pelayanan publik yang bagus, cepat, memuaskan dan tanpa pengaduan,"tegasnya.
Karena itu dipandang perlu untuk melakukan penataan jabatan yang berbasis kompetensi melalui penilaian potensi dan kompetensi.
Dimana hasilnya dapat dijadikan dasar pengembangan, yang menuju pada pengembangan karier sesuai dengan pola karier berbasis sistem merit dan dalam rangka menjawabi berbagai tuntutan di atas yang bersifat konstitusional, manajerial maupun tupoksional dan untuk kepentingan dinas serta kelancaran pelaksanaan tugas pada Dinas dan Badan yang teknis dan sangat vital.
Bupati Agas juga mengatakan kegiatan tersebut tentu melibatkan para pakar dan para Akademisi dari Perguruan Tinggi guna melakukan proses pemetaan secara objektif.
Maksudnya agar ditemukan Aparatur Pejabat yang diyakini memahami tanggung jawab dan tugas pokoknya, memiliki kompetensi untuk melakukan inovasi leadership serta membantu mempercepat pencapaian Visi dan Misi Kepala Daerah sebagaimana yang telah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah /RPJMD.
Baca juga: Bupati Manggarai Timur Agas Andreas Temukan Kendala Internet Lelet Saat Pantau ANBK di Kota Komba
Bupati Agas berharap, agar proses uji kompetensi dan evaluasi kinerja ini dapat dilakukan secara objektif, terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik maupun kelembagaan.
"Saya akan menerima usulan mereka (Pansel) nanti hasilnya seperti apa saya tidak pilih kasih. Orang ini cocok di Staf Ahli ya Staf Ahli dulu lah," ujarnya.
Sementara Sekda Manggarai Timur Boni Hasudungan Siregae selaku Ketua Pansel menerangkan, sebanyak 26 orang pejabat eselon II B yang mengikuti kegiatan itu.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 2 orang lainya mengikuti evaluasi kinerja dimana jabatanya karena masa jabatanya di tempat yang sama melebih lima tahun dan sebagianya mengikuti pemetaan.
Kegiatan ini kata Sekda Boni, dilakukan guna menilai kinerja apakah masih memungkinkan ditempatkan pada tempat dan jabatan yang sama atau di rotasi ke tempat lain dinas, badan, sekertariat atau Inspektur.
Dikatakan Sekda Boni, apalagi saat ini bertepatan dengan tiga jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang lowong yakni Dinas Lingkungan Hidup dimana sebelumnya ditinggalkan oleh Alm Donatus Datur karena meninggal dunia, Badan Kesbangpol yang ditinggalkan oleh Alm Yohanes Subur juga karena meninggal dunia dan Kepala Bapelitbangda yang ditinggalkan oleh Maksimus Ngkeros karena pensiun atau purna tugas.
"Ini nantinya akan diisi kemudian juga nantinya akan ada pelelangan jabatan pada beberapa waktu yang akan datang," ujarnya.
Baca juga: Angka Stunting di Manggarai Timur Turun Jadi 9,6 Persen
Kepala BKPSDMD Kabupaten Manggarai Timur, Dra Yustina Ngidu, juga dalam laporannya menerangkan, metode seleksi yang digunakan adalah metode sederhana yakni Pemetaan/UKK.
Pertama seleksi komptensi teknis yang meliputi penulisan makalah dan presentasi. Kedua, wawancara akhir dan rekam jejak dengan dasar identitas dan kuesioner pengembangan kompetensi PTP.
Yustina juga menjelaskan adapun tenaga seleksi oleh panitia seleksi yakni Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Ir Boni Hasudungan Siregar, dan anggota Kosmas D. Lana, SH, M.Si, Staf Ahli Gubernur Provinsi NTT selaku Pansel Perwakilan Internal, Kanisius Supardi, M.Pd dan Drs Eliterius Sennen, M.Pd dari perwakilan tenaga eksternal/akademisi/profesional, serta Drs Matheus Ola Beda, dari perwakilan tenaga eksternal/tokoh masyarakat.
Sedangkan untuk Tenaga Seleksi Evaluasi Kinerja Ir Boni Hasudungan Siregae, Sekretaris Daerah sebagai Ketua Pansel, Kosmas D Lana, SH, M.Si, Staf Ahli Gubernur Provinsi NTT selaku Pansel Perwakilan Eksternal dan Dra Yustina Ngidu dari Perwakilan Tenaga Internal.
Hadir juga Sekda Manggarai Timur selaku Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Ir Boni Hasudungan Siregar, dan anggota Kosmas D. Lana, SH, M.Si, Staf Ahli Gubernur Provinsi NTT selaku Pansel Perwakilan Internal, Kanisius Supardi, M.Pd dan Drs Eliterius Sennen, M.Pd dari perwakilan tenaga eksternal/akademisi/profesional, serta Drs Matheus Ola Beda, dari perwakilan tenaga eksternal/tokoh masyarakat. (rob)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS