Berita Sumba Barat
Perjuangan Yuliana Baja Oru dalam Melindungi dan Mendukung Hak-hak Anak
Program ini bertujuan untuk meningkatkan peran masyarakat dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, pendidikan
Penulis: Paul Burin | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Yuliana Baja Oru atau Mama Yuli (47), adalah seorang ibu rumah tangga dan ibu dari lima orang putra dan satu putri. Sehari-hari Mama Yuli menjabat sebagai Ketua Kelompok Peduli Anak (KPA) Desa Makata Keri, terhitung sejak tahun 2016.
Kini, ia berdomisili di Desa Makata Keri, Kecamatan Katiku Tana, Kabupaten Sumba Barat, Provinsi NTT. Mama Yuli tanpa lelah menunaikan tugasnya dengan baik. Ia bersama timnya aktif mengupayakan pemenuhan hak-hak anak di Desa Makata Keri.
Ia juga melakukan koordinasi dengan para orang tua, aparat desa serta pihak terkait lain di desa ini. Hasilnya, sungguh menggembirakan.
Baca juga: RLPPD/ILPPD Kabupaten Sumba Barat NTT Tahun 2021 (Bagian 2)
Karena itu, Save the Children, sebuah yayasan yang memberi perhatian pada pemenuhan hak-hak anak, terus mendorong masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak. Hal ini diwujudkan melalui program Community Mobilization.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan peran masyarakat dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, pendidikan, dan perlindungan anak di Sumba, salah satunya melalui Kelompok Peduli Anak.
Tokoh sentral yang mendukung peningkatan pelayanan Kesehatan, Pendidikan, dan Perlindungan Anak di Sumba, adalah Mama Yuli.
Mama Yuli tinggal di desa yang terletak 8,5 kilometer dari pusat kota Waikabubak, ibukota Kabupaten Sumba Barat. Akses jalan ke sana memang sulit, dan sangat terpencil.
Tapi, bukan menjadi kendala bagi Mama Yuli dalam membangun komunikasi dengan Save the Children atau pihak terkait lain. Ia selalu datang ke pemerintah desa dan ke kota kabupaten untuk melakukan koordinasi. Tiada henti.
Baca juga: Antrean Kendaraan Di SPBU Golusapi Sumba Barat Daya Macetkan Lalu Lintas Jalan Raya
Perempuan ini memang menginginkan agar anak-anak di desa itu mengenyam pendidikan dengan baik, mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai, dan memiliki lingkungan untuk bertumbuh yang aman.
Selama ini, anak-anak PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Makata Keri sulit untuk pergi ke sekolah karena kendala jarak dari rumah ke sekolah sejauh lima kilometer.
Anak-anak menempuh perjalanan yang sungguh melelahkan, sekitar satu jam perjalanan. Mereka melewati perbukitan dengan mendaki, menuruni serta menelikung jalan di tengah hutan yang terlampau sulit bagi seorang anak.
Meski perjuangan Mama Yuli yang sungguh getol itu, masih banyak masyarakat belum memahami pentingnya pendidikan, sehingga banyak anak yang tidak bersekolah.
Mengapa? Menurut Mama Yuli, anak-anak sering diminta membantu pekerjaan rumah tangga dan memanen hasil ladang. Selain itu, orang tua sering menggunakan kekerasan fisik maupun kekerasan secara verbal seperti memaki, menghina, dan memukuli sampai berdarah jika anak tidak melakukan apa yang dikatakan orang tuanya.
“Awalnya, saya tidak paham tentang perlindungan anak berbasis masyarakat dan fungsinya. Tetapi, ketika saya mendengar info bahwa Save the Children bekerja sama dengan mitra lokal, yakni Yayasan Wahana Komunikasi Wanita membuka seleksi untuk pembentukan organisasi yang bertujuan membantu anak-anak, saya mendaftar.
Baca juga: RLPPD/ILPPD Kabupaten Sumba Barat NTT Tahun 2021 (Bagian 1)
Setelah diajari tentang perlindungan anak berbasis masyarakat dan bagaimana melakukan kegiatan di lapangan dengan benar, kami menentukan daerah dengan akses pendidikan, kesehatan, dan perlindungan anak yang paling sedikit," kata Mama Yuli ketika ditemui beberapa hari yang lalu.
Kemudian, "Kami melakukan sosialisasi dan mencari solusi,” tambah Mama Yuli.
Pada tahun 2016, Save the Children bekerja sama dengan mitra lokal Yayasan Wahana Komunikasi Wanita mendorong masyarakat untuk membentuk Kelompok Perlindungan Anak berbasis masyarakat dan memberikan peningkatan kapasitas bagi mereka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/mama-yuli-bersama-tim.jpg)