Berita Ende

Kepala STM Ende: Tidak Tahu Penyebab Tawuran Antar Pelajar antara STM dan SMK Negeri 1 Ende

Kalau kejadian yang dulu itu jelas. Terjadi perkelahian di pertandingan bola baru terjadi tawuran. Yang ini saya sendiri tidak tahu

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
PELAJAR - Para pelajar STM Ende berbaris setelah diamankan oleh polisi Mapolres Ende. Para pelajar diamankan di Polres Ende berkaitan dengan aksi tawuran STM Ende dan SMKN Negeri 1 Ende, Kamis 29 September 2022 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM,  Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM, ENDE - Kepala STM Ende, Fransisco Soares, SPd, MPd , mengatakan dirinya tidak mengetahui penyebab yang memicu tawuran antar pelajar STM dan SMK Negeri 1 Ende.

Aksi tawuran antar pelajar STM dan SMK Negeri 1 Ende, menurut Kepala STM Ende, Fransisco Soares, SPd, MPd, terjadi, Kamis, 29 September 2022.

Oleh karena itu, Kepala STM Ende, Fransisco Soares, SPd, MPd, pihaknya menyerahkan kasus tawuran antara STM Ende dan SMKN Negeri 1 Ende kepada aparat kepolisian di Polres Ende.

Baca juga: El Tari Memorial Cup, Perse Ende Unggul Sementara 2-1 atas Persebata

"Kalau kejadian yang dulu itu jelas. Terjadi perkelahian di pertandingan bola baru terjadi tawuran. Yang ini saya sendiri tidak tahu. Tapi menjelang jam istirahat pasti terjadi lemparan. Tetapi setelah keluar mereka pasti jalan sama sama," ungkap Fransisco kepada Pos Kupang saat ditemui di Mapolres Ende, Kamis 29 September 2022.

Ia mengaku, selama ini koordinasi serta komunikasi antara kedua kepala sekolah tersebut berjalan untuk dapat mengatasi masalah tersebut. Namun setelah melakukan komunikasi dan koordinasi tawuran pelajar antar dua sekolah tersebut selalu terjadi lagi.

"Dan titik kejadian selalu sama. Di belakang sekolah," ujarnya.

Ia menambahkan, kejadian tawuran yang terjadi kali ini memang sudah tak bisa dilerai oleh para guru di sekolah. Sebab lemparan batu antar pelajar dari dua lembaga pendidikan menengah itu sudah tak dapat dihindarkan lagi.

"Sehingga sebagai manusia para guru menyelamatkan diri masing-masing. Mereka tidak berani melerai lagi," ungkapnya.

Baca juga: Kisah Ansel Kea Penyuluh KB di Detukeli Ende, Keluar Masuk Kampung Demi Menekan Angka Kelahiran

Ia menegaskan, memang pihaknya selalu tegas dalam menindak siswa yang melakukan tindakan anarkis dan tak terpuji seperti ini. Namun apabila para siswa melakukan tawuran secara bersama-sama, maka pihaknya tidak dapat melakukan tindakan tegas.

"Kalau secara bersama seperti ini, maka kita sudah tidak bisa tahu siapa yang menjadi pelaku," jelasnya.

Fransisco mengatakan, dalam waktu dekat, dirinya dengan kepala SMKN 1 Ende akan melaksanakan pertemuan bersama untuk mendiskusikan terkait dengan solusi untuk mengatasi masalah tersebut. (tom)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved