Berita NTT

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan NTT: NTT Prioritas Tanam Jagung, Sorgum dan Kelor

untuk sorgum pihaknya akan menanam di tahun 2022 seluas 3.500 ha dan tahun 2023 sebanyak 34.000 ha.

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/OBY LEWANMERU
KETERANGAN PERS - Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Provinsi NTT, Lecky Frederich Koli, S.TP didampingi Karo Administrasi Pimpinan Setda NTT, Prisila Q.Parera,S.E, memberi  keterangan pers tentang persiapan musim tanam.  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT, Lecky Frederich Koli, S.TP, menegaskan, menjelang musim hujan, NTT akan prioritas menanam tanaman Jagung, Sorgum dan Kelor.

Penegasan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Lecky Frederich Koli, S.TP itu disampaikan saat memberikan keterangan kepada wartawan di Lantai I Kantor Gubernur NTT,  Selasa, 27 September 2022.

“Kita ditugaskan mempersiapkan berbagai hal bahwa musim hujan ini akan ditanam sebanyak-banyak untuk diproduksi demi menjaga ketahanan pangan daerah,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Lecky Frederich Koli, S.TP yang saat didampingi Karo Administrasi Pimpinan Setda NTT, Prisila Q.Parera,S.E

Baca juga: Cuaca Maritim Selasa 27 September 2022, BMKG Sebut 13 Perairan NTT, Bali dan NTB Patut Diwaspadai

Menurut Lucky, sapaan akrab Lecky Frederich Koli, untuk  pengembangan jagung yang masuk dalam skema program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) dengan pola kemitraan bekerjasama dengan Bank NTT dan bank-bank lainnya.

Menurut Lucky, untuk sorgum pihaknya akan menanam di tahun 2022 seluas 3.500 ha dan tahun 2023 sebanyak 34.000 ha. Selain itu akan dilakukan penanaman kelor serta pengembangan ayam kampung unggul balitbang (KUB).

"Ini merupakan prioritas-prioritas pertanian yang kita sudah persiapkan. Dan benih jagung untuk program TJPS tidak ada masalah. Untuk benih sorgum sekarang dalam proses penyaluran. Benih-benih itu kita sudah siapkan sendiri dari NTT untuk disalurkan ke Kabupaten Flores Timur sebanyak 11 ton,”ungkapnya.

Dikatakan, pengembangan sorgum akan fokus di daratan Flores bagian Timur yakni Flores Timur (Solor), Lembata, Flores bagian Utara, Alor, Sabu, Rote Ndao dan daratan Timor. “Dan kita akan bekerjasama dengan tokoh-tokoh agama yang ada,” ujarnya.

Sementara untuk pengembangan kelor, pihaknya bekerjasama dengan Dinas PMD untuk mendistribusikan kepada masyarakat dan hasilnya akan ditake over kepada Off Taker yang sudah dipersiapkan sehingga semua komoditas yang digenjot sudah diusulkan dalam desain ekosistem,  terutama pangsa pasar.

Baca juga: Video Viral Instagram, Anggota DPR RI Asal NTT, Anita Gah Marahi Menteri Pendidikan Nadiem Makarim

Upaya ini kata Lucky bertujuan, agar para petani -petani bisa mempunyai optimisme dan terus bersemangat untuk menanam karena sudah ada patokan harga yang sudah disepakati. 

"Dengan demikian apa yang dkerjakan oleh masyarakat bisa mendapatakan manfaat ekonomi dari pangan untuk menekan terjadi inflasi," katanya.

Dia juga mengatakan, untuk diketahui bahwa kelor tidak bisa dikembangkan di daerah dataran tinggi seperti Kabupaten Ngada, Manggarai, dan Timor Tengah Selatan (TTS). Sementara daerah lainnya bisa dikembangkan dan dikoordinir oleh Dandim dan semua stackholder yang ada.

Lucky juga mengatakan, untuk program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) pada tahun 2022 pihaknya menargetkan 105.000 ha dan yang sudah ditanami sebanyak 37.000 ha dan itu dilakukan pada musim tanam II di bulan September 2022. 

'Itu sudah dipanen dan dijual hasilnya oleh Off Taker bahkan petani sudah mendapatkan hasil dari penjualan itu. Sisanya akan dilakukan pada musim tanam I tahun 2022/2023 di bulan Oktober 2022 mendatang," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved