Siswa Aniaya Guru

Siswa Aniaya Guru, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT Dukung SMAN 9 Kupang Keluarkan Pelaku

Mengantisipasi kejadian serupa, pihak dinas meminta Kepsek dan para guru melakukan evaluasi pembelajaran secara total.

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/ CHRISTIN MALEHERE
SISWA ANIAYA GURU - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Linus Lusi mendukung penuh kebijakan Dewan Guru terhadap kasus Siswa Aniaya Guru yang terjadi di SMAN 9 Kupang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Christin Malehere

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT mendukung penuh kebijakan Dewan Guru terhadap kasus Siswa Aniaya Guru yang terjadi di SMAN 9 Kupang.

Tindakan yang diambil oleh Dewan Guru SMAN 9 Kupang berupa mengeluarkan RJD (16) dan mengembalikan kepada orangtua tanpa rekomendasi akibat kasus Siswa Aniaya Guru.

Pihaknya menilai kasus Siswa Aniaya Guru mencerminkan sebuah ironi dalam pendidikan karakter yang terjadi pada semua lembaga pendidikan termasuk SMAN 9 Kupang.

Baca juga: Anggota DPRD NTT Kecam Insiden Siswa Aniaya Guru di Kupang

Demikian tanggapan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Linus Lusi kepada POS-KUPANG.COM, Kamis 22 September 2022.

Linus mengaku sangat prihatin terhadap situasi kejadian penganiayaan di dalam kelas yang menjadi tontonan publik terutama  pelajar yang sementara belajar di dalam kelas saat kejadian penganiayaan tersebut.

Mengantisipasi kejadian serupa, pihak dinas meminta Kepsek dan para guru melakukan evaluasi pembelajaran secara total kemudian segera melaporkan hasilnya kepada pihak Dinas Pendidikan.

Baca juga: Siswa Aniaya Guru, Aparat Polsek Kelapa Lima Tetap Proses Hukum Pelaku

Demi menegakkan disiplin, dirinya selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT melaksanakan apel bersama pada guru dan siswa.

Dalam apel tersebut, pihaknya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada ibu guru Maria Theresia dan keluarga atas kejadian penganiayaan yang dilakukan oleh dari siswa RJB.

"Kami atas nama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT meminta maaf secara terbuka kepada ibu guru Maria Theresia, suami, anak-anak dan keluarga besar atas perilaku dari anak siswa kami RJD yang sangat melukai dan mencederai harkat dan martabat keluarga serta dunia pendidikan," pinta Linus.

Pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT akan bersilaturahmi secara tradisi budaya dan kekeluargaan menjenguk ibu Maria Theresia di kediamannya sebagai bentuk dukungan moril terhadap kondisi yang dialami oleh korban. (CR14)

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved