Prakiraan Cuaca NTT

Cuaca NTT Hari Ini, HTH Ekstrem Meluas ke Seluruh Wilayah NTT, BMKG: Waspada Bencana Kekeringan

Hari Tanpa Hujan atau HTH Ekstrem Meluas ke Seluruh Wilayah NTT, BMKG: Waspada Bencana Kekeringan, Info Cuaca NTT Hari Ini 21 September 2022

Penulis: Adiana Ahmad | Editor: Adiana Ahmad
istimewa
Cuaca NTT Hari ini 21 September 2022/ ilustrasi: kekeringan HTH Ekstrem Meluas ke Seluruh Wilayah NTT, BMKG: Waspada Bencana Kekeringan 

POS-KUPANG.COM - Seluruh Wilayah NTT saat sudah memasuki Musim Kemarau Panjang atau Hari Tanpa Hujan ( HTH ) Ekstrem. Menurut Prakiraan Cuaca NTT Hari Ini 21 September 2022 yang dikeluarkan Stasiun Klimatologi Kelas II Kupang  Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ), HTH Ekstrem kini telah meluas ke seluruh Wilayah NTT. Karena itu BMKG menghimbau masyarakat NTT untuk waspada terhadap bencana kekeringan

Himbauan itu disampaikan Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Kupang BMKG Rahmattulloh Adji dalam keterangan di Kupang Selasa 20 September 2022.

Rahmattulloh Adji mengimbau masyarakat NTT agar mewaspadai kondisi Hari Tanpa Hujan (HTH) kategori ekstrem panjang yang semakin meluas ke Seluruh Wilayah NTT

"Dampak bencana kekeringan perlu diwaspadai masyarakat di daerah dengan HTH Ekstrem panjang karena tidak memiliki curah hujan lebih dari 61 hari," kata Rahmattulloh Adji.

Baca juga: BMKG: Hujan Petir Disertai Angin Kencang Landa 4 Daerah di NTT Hari Ini, Info Cuaca NTT 20 September

Dikatakan Rahmattulloh Adji, peringatan itu terkait dengan  hasil pemantauan HTH Dasarian II September 2022 di NTT.

Lebih lanjut Rahmattulloh Adji menjelaskan, HTH Ekstrem panjang semakin meluas mencakup sejumlah daerah di NTT antara lain Kabupaten Sumba sekitar Melolo, Wanga, Kwangu, Kananggar, Tawui, Rambangaru, Praiwitu, dan Kamanggih, Kabupaten Sabu Raijua sekitar Stamet Tardamu Sabu dan Daieko, Kabupaten Rote Ndao sekitar Olafuliha'a, Feapopi, dan Busalangga.

Selain itu Kota Kupang sekitar Fatubena dan Manulai II, Kabupaten Kupang sekitar Baumata, Oenesu, dan Oemofa, Kabupaten Timor Tengah Selatan sekitar Panite, Boentuka, dan Oebelo, Kabupaten Timor Tengah Utara sekitar Oenenu, Mamsena, Insana, dan Sapa'an, Kabupaten Flores Timur sekitar Boru, serta Kabupaten Belu sekitar Fatubenao, Wedomu, dan Haekesak.

Ditambahkan Rahmattulloh Adj, kondisi HTH Ekstrem panjang dapat mengakibatkan bencana kekeringan meteorologis sehingga masyarakat di wilayah-wilayah yang terdampak agar meningkatkan kewaspadaan.

Baca juga: 7 Perairan NTT Dilanda Gelombang Tinggi, BMKG:Berisiko bagi Pelayaran,Cuaca Maritim NTT 19 September

Ia menghimbau masyarakat NTT harus menghemat penggunaan air bersih agar bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan selama Musim Kemarau Panjang berlangsung.

Para petani juga disarankan menanam tanaman yang tidak membutuhkan banyak air agar berpeluang memberikan hasil untuk dipanen di musim kemarau.

Satu lagi, BMKG juga mengingatkan masyarakat NTT untuk waspada potensi kebakaran hutan dan lahan di tengah kondisi kekeringan sehingga masyarakat perlu menghindari kegiatan yang dapat memicu titik api di area terbuka.

Pasalnya, kata Rahmattulloh Adji. kondisi permukaan tanah yang kering akan membuat titik api meluas dengan cepat apalagi ditambah dengan angin kencang yang bersifat kering. (*)

Berita lain terkait Prakiraan Cuaca

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved