Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Senin 19 September 2022, Berbuat Baik dan Apa Adanya
Renungan Harian Katolik berikut diambil dari Dei Verbum Inspirasi Hidup dengan judul Berbuat Baik dan Apa Adanya.
POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik berikut diambil dari Dei Verbum Inspirasi Hidup dengan judul Berbuat Baik dan Apa Adanya.
Pihak Dei Verbum Inspirasi Hidup menulis Renungan Harian Katolik ini merujuk Kitab Amsal 3:27-34, dan bacaan Injil Lukas 8:16-18.
Di akhir Renungan Harian Katolik ini disediakan pula teks lengkap bacaan Senin 19 September 2022 beserta mazmur tanggapan dan bait pengantar Inil.
"Janganlah menahan kebaikan pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya. Janganlah merencanakan kejahatan terhadap sesamamu, sedangkan tanpa curiga ia tinggal bersama-sama dengan engkau" (Ams 3:27.29).
Nabi Amos memberikan nasihat untuk berbuat baik. Berbuatlah baik selagi bisa, dan jangan berbuat jahat. Tidak baik merencanakan kejahatan, apalagi terhadap orang yang dekat dengan kita.
Yang mesti dilakukan adalah berbuat baik. Perbuatan baik akan membawa orang kepada hidup yang baik, sedangkan perbuatan jahat akan membuat orang menderita kejahatan.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 19 September 2022, Dipanggil Menjadi Pelita bagi Sesama
Kita sekalian diajak untuk berbuat baik dan meninggalkan kejahatan. Merencanakan kejatan adalah sebuah tindakan jahat juga. Ketika kita berbuat baik, maka kita juga mempromosikan kebaikan dan pada saatnya kebaikan itu akan membantu kita juga.
Dalam Injil, Yesus mengajarkan agar kita hidup jujur dan terbuka apa adanya. Apa pun yang tersembunyi pada saatnya akan terungkap. Supaya kita tidak dipermalukan, maka mari kita hidup dengan jujur. Kejujuran akan meniadakan kejahatan dan mengarahkan kita kepada kedamaian.
Teks Lengkap Bacaan Renungan Harian Katolik Senin 19 September 2022
Bacaan Pertama: Amsal 3:27-34
“Orang yang sesat adalah hujatan bagi Tuhan.”
Bacaan dari Kitab Amsal:
Anakku, janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya.
Janganlah engkau berkata kepada sesamamu, “Pergilah dan kembalilah, besok akan kuberi,” sedangkan yang diminta ada padamu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pelita_02.jpg)