Minggu, 10 Mei 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Senin 19 September 2022, Dipanggil Menjadi Pelita bagi Sesama

Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RP. John Lewar SVD dengan judul Dipanggil Menjadi Pelita bagi Sesama.

Tayang:
Editor: Agustinus Sape
YOUTUBE/SUARA PAGI RENUNGAN HARIAN KATOLIK
RENUNGAN - RP. John Lewar SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik untuk hari Senin 19 September 2022 dengan judul Dipanggil Menjadi Pelita bagi Sesama. 

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RP. John Lewar SVD dengan judul Dipanggil Menjadi Pelita bagi Sesama.

RP. John Lewar menulis Renungan Harian Katolik merujuk Amsal 3:27-34, dan bacaan Injil Lukas 8:16-18.

Di akhir Renungan Harian Katolik ini disediakan pula teks lengkap bacaan Senin 19 September 2022 beserta mazmur tanggapan dan bait pengantar Injil.

 

Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus.

Bapak Antonius dan Ibu Maria adalah keluarga Katolik. Kehidupan keluarga ini sederhana, tapi rukun dan damai, selalu santun, penuh keramahan dan kepedulian serta mengagumkan dalam hidup.

Keluarga ini terpandang baik sekali oleh para tetangga. Di samping rumah mereka hidup juga pasangan suami istri non Katolik.

Keduanya berkeinginan menjadi katolik. Ketika ditanya, kenapa masuk katolik?

Jawabannya simpel, bahwa karena melihat contoh hidup dari tetangganya, Bapak Antonius dan Ibu Maria.

Akhirnya kedua pasangan suami istri itu pun dibaptis menjadi Katolik. Cara hidup Bapak Antonius dan ibu Maria menjadi suri teladan
pasangan ini.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 19 September 2022, Jangan Tunda  Membagi Kebaikan

Sabda Tuhan hari ini berbicara tentang pelita. Pelita itu alat penerang, lampu tradisional dengan bahan bakar minyak.

Di zaman sekarang ini sudah jarang sekali orang menggunakan pelita untuk menerangi rumahnya karena semua orang
menggunakan tenaga listrik.

Terkecuali di daerah-daerah terpencil, di pelosok, di pedalaman atau di lereng-lereng pegunungan mungkin masih ada orang yang
menggunakan pelita sebagai alat penerangan.

Yesus berbicara tentang pelita yang bernyala. Pelita yang sudah bernyala tidak boleh ditutupi, tetapi harus menjadi terang supaya orang dapat melihat cahayanya.

Pelita adalah simbol diri, simbol hati dan perbuatan-perbuatan baik, seperti: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. kerendahan hati, kejujuran, kerelaan, dan seterusnya.

Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved