Selasa, 14 April 2026

Kepausan

Paus Leo XIV Enggan Berdebat dengan Presiden AS Donald Trump Mengenai Perang

Paus Leo yang berasal dari Amerika Serikat  memastikan akan terus menolak  perang di berbagai belahan dunia. 

|
Editor: Dion DB Putra
FOTO KIRIMAN AM PUTUT PRABANTORO
PAUS LEO XIV - Paus Leo XIV (kanan) menerima patung Yusuf Arimatea dari Ketua Komisi Komunikasi Sosial KWI, Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo yang juga Uskup Surabaya dalam audiensi di Lapangan St Petrus, Vatikan, Rabu (25/3/2026). Terkini, Paus Leo mengatakan enggan berdebat dengan Presiden AS Donald Trump mengenai perang melawan Iran. 

Ringkasan Berita:
  • Paus Leo XIV enggan berdebat dengan Presiden Amerika Serikat ( AS), Donald Trump terkait perang melawan Iran.
  • Meski diserang secara terbuka oleh Donald Trump, Paus Leo tegas mengatakan bahwa ia akan tetap bersuara lantang melawan peperangan.
  • Menurut Sri Paus, publik dapat menilai sendiri pernyataan Donald Trump.

 

POS-KUPANG.COM, VATIKAN – Paus Leo XIV enggan berdebat  dengan Presiden Amerika Serikat ( AS), Donald Trump terkait perang melawan Iran.

“Saya tidak berniat untuk berdebat dengan (Trump). Pesannya tetap sama yaitu mempromosikan perdamaian," katanya Sri Paus Leo XIV kepada wartawan di pesawat kepausan dalam penerbangan ke Aljazair pada Senin (13/4/2026).

Meski diserang secara terbuka oleh Donald Trump, Paus Leo tegas mengatakan bahwa ia  akan tetap bersuara lantang melawan peperangan. Menurut Sri Paus, publik dapat menilai sendiri pernyataan Donald Trump.

Baca juga: AS Blokade Selat Hormuz, Iran Sebut Donald Trump Konyol, Siapkan Balasan

“Saya bukan seorang politisi, dan saya tidak berniat untuk masuk ke dalam perdebatan dengannya. Sebaliknya, mari kita selalu mencari perdamaian dan mengakhiri perang,” kata Sri Paus.

Paus Leo yang berasal dari Amerika Serikat  memastikan akan terus menolak  perang di berbagai belahan dunia. 

“Saya akan terus berbicara lantang menentang perang, berupaya mempromosikan perdamaian, serta mendorong dialog dan hubungan multilateral antarnegara untuk mencari solusi yang adil,” ujarnya.

Sri Paus menambahkan bahwa konflik global telah menimbulkan penderitaan luas. 

“Terlalu banyak orang yang menderita di dunia saat ini. Terlalu banyak orang tak bersalah yang terbunuh. Saya pikir seseorang harus berdiri dan mengatakan bahwa ada cara yang lebih baik,” tandasnya.

Paus juga menegaskan bahwa pesan Injil tidak seharusnya disalahgunakan. “Saya tidak ingin masuk ke dalam perdebatan dengannya. Saya tidak berpikir bahwa pesan Injil dimaksudkan untuk disalahgunakan seperti yang dilakukan sebagian orang.” 

Bukan Penggemar Paus Leo

Presiden Donald Trump melontarkan kritik tajam terhadap Paus Leo XIV, menyusul seruan anti-perang yang disampaikan pemimpin Gereja Katolik tersebut saat konflik di Iran pecah pada 28 Februari 2026. 

“Saya bukan penggemar besar Paus Leo. Dia sangat liberal, dan dia adalah orang yang tidak percaya dalam menghentikan kejahatan,” kata Trump kepada wartawan, Minggu (12/4/2026). 

Trump juga menilai Paus lemah dalam isu kebijakan luar negeri dan keamanan. Ia bahkan menuduh Paus “bermain-main” dengan negara yang ingin memiliki senjata nuklir serta menyatakan tidak menginginkan pemimpin gereja yang “menganggap tidak masalah Iran memiliki senjata nuklir.” 

Menanggapi berbagai kritik tersebut, Paus Leo kembali menegaskan bahwa dirinya tidak melihat perannya sebagai aktor politik. 

“Saya tidak melihat peran saya sebagai seorang politisi. Pesan Gereja, pesan saya, adalah pesan Injil: Berbahagialah para pembawa damai,” ujarnya. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved