Selasa, 12 Mei 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Selasa 20 September 2022, Bangga Menjadi Saudara Yesus

Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RP. John Lewar SVD dengan judul Bangga Menjadi Saudara Yesus.

Tayang:
Editor: Agustinus Sape
YOUTUBE SUARA PAGI RENUNGAN HARIAN KATOLIK
RENUNGAN - RP. John Lewar SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik untuk hari Selasa 20 September 2022 dengan judul Bangga Menjadi Saudara Yesus. 

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik berikut disiapkan oleh RP. John Lewar SVD dengan judul Bangga Menjadi Saudara Yesus.

RP. John Lewar menulis Renungan Harian Katolik ini merujuk Amsal 21:1-6 10-13, dan bacaan Injil Lukas 8:19-21.

Di akhir Renungan Harian Katolik ini disediakan pula teks lengkap bacaan Selasa 20 September 2022 beserta mazmur tanggapan dan bait pengantar Injil.

Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus.

Saya parkir motor, menolong seorang ibu yang terkapar di jalan karena kelaparan. Dia tidak berdaya untuk meneruskan perjalanan pulang ke rumah.

Beberapa teman melintas di tempat itu. Melihat kejadian itu, mereka bertanya, "Siapa dia? Apakah dia saudaramu?"

"Bukan!", jawabku.

Teman itu bertanya lebih lanjut dan ingin tahu, "Apakah engkau pernah mengenalnya? Atau dari kalangan seagamamu?"

Dengan polos, saya menjawab, "Tidak juga, tetapi saya tahu dia sangat butuh bantuan. Apa yang akan terjadi dengan dia, kalau saya tidak menolongnya?"

Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 19 September 2022, Dipanggil Menjadi Pelita bagi Sesama

Dalam hidup bermasyarakat, hubungan darah, agama, suku dan kebudayaan kadang-kadang menjadi halangan bagi kita untuk berbuat baik. Terkadang kita terjebak pada pemikiran untuk melakukan sesuatu bagi sesama jika kita ada hubungan tertentu dengan mereka.

Bahkan kita hanya berbuat baik kalau orang tersebut adalah saudara kita sendiri.

Kekerabatan yang dibangun oleh Yesus bukan dari hubungan darah, melainkan dari hubungan Sabda Ilahi.

Bacaan suci hari ini menyatakan hal itu. ”IbuKu dan saudara-saudaraku ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya”.

Yesus ingin mengubah paradigma yang sempit bahwa kekeluargaan tidaklah terbatas pada hubungan darah, suku dan bahasa atau bangsa, melainkan jauh melampaui batas-batas itu.

Bentuk persaudaraan yang ditawarkan oleh Yesus adalah persaudaraan Keluarga Allah. Yesus memandang saudara lintas batas. Yesus mengajarkan cara bersikap universal bagi semua orang.

Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved