Berita Rote Ndao

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao Tetapkan HET BBM Subsidi dan Non Subsidi

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao resmi menetapkan Harga Eceran Tertinggi BahanBakar Minyak atau HET BBM Bersubsidi dan HET BBM Non Subsidi

Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/HO
Kabag Hukum Setda Rote Ndao, Hangry M.J. Mooy, S.H., M.Si 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Mario Giovani Teti

POS-KUPANG.COM, BA'A - Pemerintah Kabupaten Rote Ndao resmi menetapkan Harga Eceran Tertinggi BahanBakar Minyak atau HET BBM Bersubsidi dan HET BBM Non Subsidi

Penetapan HET ini sebagai upaya untuk memudahkan pengawasan dan penyesuaian pasca kenaikan harga bahan bakar minyak senusantara, per tanggal 03 September 2022 lalu.

Upaya penetapan Harga Eceran Tertinggi yang dilakukan Pemkab Rote Ndao terhadap BBM Non Subsidi Pertalite dan Pertamax dan BBM Bersubsidi yakni Solar dan Minyak Tanah.

"Penetapan HET BBM Non Subsidi dan Bersubsidi ini dituangkan dalam Keputusan Bupati Rote Ndao Nomor: 286/KEP/HK/2022, tanggal 10 September 2022, tentang Perubahan atas Keputusan Bupati Rote Ndao Nomor: 63.a/KEP/HK/2022 tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi dan Non Subsidi wilayah Kabupaten Rote Ndao," jelas Sekretaris Daerah Rote Ndao, Jonas M Selly melalui Kabag Hukum Setda Rote Ndao, Hangry M.J. Mooy kepada POS-KUPANG.COM, Jumat, 16 September 2022.

Ia merincikan, HET BBM Non Subsidi Pertalite dalam Kota Ba'a menjadi Rp 11.500 per liter dan HET BBM Non Subsidi Pertalite di luar Kota Ba'a Rp 12.000 per liter.

Kemudian, HET BBM Non Subsidi Pertamax dalam kota Ba'a menjadi Rp 15.600 per liter dan HET Non Subsidi di luar kota Ba'a menjadi Rp.16.100 per liter.

Untuk HET BBM Bersubsidi Solar dalam kota Ba'a, diterangkan Kabag Hangry, menjadi Rp. 8.000 per liter dan di luar Kota Ba'a menjadi Rp. 9.000 per liter.

HET BBM Bersubsidi Minyak Tanah dalam kota Ba'a menjadi Rp. 6.000 per liter dan di luar kota Ba'a Rp. 6.500 per liter.

Lalu, masih jelas Kabag Hangry, Pertalite harga Pertamina Rp 10.000, tidak ada indikasi yang membuktikan adanya biaya buruh di Kupang maupun di Rote ataupun biaya transportasi Kupang-Rote, sehingga harga jual di APMS tetap Rp 10.000.

"APMS menjual ke Sub Penyalur atau Pangkalan ditambah margin dengan harga Rp 400, menjadi Rp 10.400," sebutnya.

Berikutnya, dijelaskan Kabag Hangry secara terperinci, Sub Penyalur atau Pangkalan menjual ke Pengguna dalam Kota Ba'a ditambah komponen biaya buruh Rp 200, ongkos angkutan darat Rp 300, margin Rp 400, dan penyusutan 2 persen Rp 200, dengan demikian, Harga Eceran Tertinggi Sub Penyalur atau Pangkalan ke Pengguna dalam Kota Ba'a ditetapkan senilai Rp 11.500.

"Lalu Pertamax dengan harga Pertamina Rp 14.500, tanpa komponen biaya angkut dan buruh di Kupang maupun di Rote. Sehingga harga jual di APMS tetap Rp 14.500," tandasnya.

"APMS menjual ke Sub Penyalur atau Pangkalan dengan harga ditambah margin senilai Rp 400, menjadi Rp 14.500," sambungnya.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved