Pilpres 2024
Presiden Jokowi Ditawari 3 Periode, Partai Demokrat Langsung Bandingkan dengan Masa SBY, Ada Apa?
Wacana presiden dua periode bisa dicalonkan lagi menjadi Wakil Presiden, kini menjadi bahan pergunjingan publik. Publik mengaitkannya dengan Jokowi
"Akan tetapi kalau malah termakan bujuk rayu brutus brutus di sekelilingnya. Brutus yang melakukan permufakatan jahat untuk melanggengkan kekuasaan dengan berbagai cara," lanjut Herzaky.
Untuk diketahui, wacana Jokowi maju sebagai cawapres di 2024 berawal dari pernyataan Ketua DPP Bidang Pemenangan Pemilu PDI Perjuangan Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul.
Ia menerangkan Jokowi bisa saja maju sebagai cawapres. Syaratnya, harus ada partai politik (parpol) yang mengusungnya.
Namun, menurut Bambang Pacul, keputusan menggunakan peluang itu berada di tangan Jokowi.
"Kalau Pak Jokowi, kita enggak tahulah maunya kayak apa," ucapnya.

Demokrat Usung 4 Calon
Saat ini, Partai Demokrat juga mulai berbicara soal kandidat calon presiden (capres) yang bakal diusung pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang.
Nama-nama yang dimunculkan itu, nantinya akan dibahas dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai yang berlangsung dua hari berturut-turut yakni Kamis-Jumat, 15-16 September 2022, di Jakarta Convention Center (JCC).
Juru Bicara sekaligus Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra mengungkapkan, satu di antaranya nama yang sering disebut kader Partai Demokrat, adalah Anies Baswedan.
Nama Anies Baswedan kerap muncul dan disandingkan dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Baca juga: Jadi Jurkam Prabowo di Pilpres 2019, Eggi Sudjana Nyatakan Beralih di Pilpres 2024
"Ini banyak aspirasi kami dengar, apalagi ada masyarakat menyampaikan mengenai Anies beredar di mana-mana dan hasil survei sangat-sangat baik dan aspirasi cukup kuat, ini tentu salah satu masukan juga," kata Herzaky kepada wartawan di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu 14 September 2022.
Selain dua nama itu, terdapat sejumlah tokoh politik nasional lainnya, yakni Presiden PKS Ahmad Syaikhu, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri.
Nama-nama itu masuk radar capres lantaran disebut sebagai sosok perubahan.
"Kan sosok perubahan, sosok antitesis dari pemerintahan kan Mas AHY, Mas Anies, ada Pak Syaikhu kan gitu, ada Pak Salim Segaf, itu kan tokoh perubahan diluar dari pemerintah,” katanya.
Namun Herzaky mengatakan, kemungkinan-kemungkinan itu masih akan dibahas dalam Rapimnas besok.