Berita Ende

PUM NSE Belanda Apresiasi Mata Rantai Ekosistem Implementasi Toss di Ende

sampah anorganik seperti sampah plastik kresek, botol minuman, sampah anorganik lainnya dikelola menjadi beberapa produk yang bernilai ekonomis

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-DOK ISTIMEWA
PENGRAJIN - Pengrajin tembikar di Desa Wolotolo yang memproduksi kompor berbahan bakar pellet biomasa. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - PUM NSE Belanda Apresiasi Mata Rantai Ekosistem Implementasi Teknologi Olah Sampah di Sumbernya (TOSS) Ende dengan mengolah sampah biomasa menjadi Pellet Biomasa

Ahli Pemanfaatan Energi Panas ramah lingkungan dari PUM Netherlands Senior Expert, Prof. Theo van Der Meer Melakukan Pengamatan Implementasi TOSS tanggal 12-14 Agustus di Ende_

Prof. Theo melakukan pengamatan langsung di lapangan terkait implementasi TOSS, dimulai dari Koperasi Energi Baru Pancasila yang merupakan UMKM produsen pellet biomasa.

Baca juga: BMKG: Warga Kupang, Waspada Angin Kencang Sore Ini hingga Malam, Info Cuaca Kota Kupang Hari Ini

Theo mengapresiasi pengelolaan sampah biomasa yang sebelumnya dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) mencemari lingkungan, kini dengan inovasi TOSS sampah biomasa diolah menjadi pellet biomasa bernilai ekonomis dan bermanfaat bagi masyarakat.

Selain itu, Theo melakukan pengamatan di SMKN2 Ende dan pengrajin tembikar di Desa Wolotolo yang memproduksi kompor berbahan bakar pellet biomasa.

Theo juga melakukan pengamatan di organisasi nirlaba ACIL (Anak Cinta Lingkungan) Ende yang mengelola sampah anorganik seperti sampah plastik kresek, botol minuman, sampah anorganik lainnya dikelola menjadi beberapa produk yang bernilai ekonomis.

Theo menambahkan, mata rantai implementasi TOSS yang sudah dibangun bersama stakeholder yang ada baik masyarakat, Pemerintah, lembaga pendidikan dan pengusaha yang berperan aktif dalam kegiatan tersebut sudah baik sehingga perlu dilanjutkan.

Keberlanjutan program akan diperoleh peluang-peluang pengembangan dan perbaikan-perbaikan sehingga hal baik yang sudah dilakukan semakin baik seiring implementasinya.

Baca juga: DPRD Kota Kupang Setuju Pasar Oesapa Dikelola PD Pasar

Prof. Theo mengatakan,  "Saya senang selama di Ende dan saya menikmati keindahan alam dan budaya masyarakat Ende. Salah satu aspek yang mendukung terimplementasinya program TOSS adalah semangat gotong royong dan kebersamaan para pihak dalam mewujudkan kota Ende bebas dari sampah sehingga lingkungan lebih bersih dan sehat, sekaligus mensolusikan masalah energi, dimana permasalahan sampah dan energi"ucap Theo.

Sementara itu, Andi Martha Siswahyudi selaku Manager PLN Unit Pelaksana Pembangkitan Flores menyampaikan, implementasi TOSS merupakan salah satu inovasi untuk mensolusikan permasalahan sampah yang menyebabkan pencemaran dan rusaknya lingkungan.

Selain itu, implementasi TOSS juga mensolusikan permasalahan energi, dimana pellet biomasa yang dihasilkan dari pengolahan sampah digunakan untuk cofiring PLTU Ropa dalam rangka membangkitkan energi listrik memenuhi kebutuhan energi listrik masyarakat Ende, "ungkap Andi.

Lanjut Andi, "pellet biomasa juga dapat digunakan sebagai energi kerakyatan mensubstitusi penggunaan minyak tanah yang merupakan energi fosil tidak ramah lingkungan dan terbatas ketersediaannya. Semoga dengan adanya pengamatan dan evaluasi dari Profesor Theo van Der Meer dari Twente University yang juga merupakan expert dari PUM Netherland Senior Expert, implementasi TOSS berkelanjutan dan berdampak untuk pembangunan,"  ujar Andi.(*)

Ikuti berita Pos-kupang.com di GOOGE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved