Breaking News:

Berita Kupang

Basarnas Belum Temukan Enam Warga TTU  yang Hilang Kontak di Perairan Batas Negara

Terkait pencarian para korban, Basarnas Kupang selalu menindaklanjuti laporan masyarakat sejak hari pertama hingga saat ini.

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/CHRISTIN MALEHERE
KETERANGAN PERS - Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang, Putu Sudayana (tengah) memberikan keterangan pers terkait perkembangan pencarian enam warga TTU yang hilang kontak di perairan Naikliu, Kabupaten Kupang, Kamis 1 September 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Christin Malehere

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Tim Gabungan Basarnas Kupang terus melakukan pencarian terhadap Lampara (kapal ikan) bermuatan warga Kefamenanu, Kabupaten TTU yang hilang kontak di sekitar Perairan Naikliu Kabupaten Kupang.

Pencarian enam warga Kefamenanu tersebut melibatkan Tim gabungan dari Basarnas Kupang, Lantamal VII, Pos AL Oepoli, Direktorat Polair Polda NTT, Polres TTU, dan keluarga korban.

Kepada POS-KUPANG.COM, Kamis 1 September 2022, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang, Putu Sudayana mengatakan dalam pencarian tersebut, pihaknya mengerahkan tiga unit Kapal Motor Antareja, Kapal milik TNI dan Ditpolair yang bersiaga di Bolok, kemudian melakukan penyisiran pada lokasi pencarian hingga ke sebelah utara Pulau Batek, Perbatasan Perairan Timor Leste.

Baca juga: Kepala Basarnas Kupang Emy Freezer Sigap Hadapi Bencana: Puji Kolaborasi Tim SAR Gabungan

"Kami melakukan penyisiran dari titik yang terdeteksi keberadaan para korban hingga batas perairan Timor Leste, namun hingga saat ini pencarian belum membuahkan hasil," ungkap Sudayana.

Terkait pencarian para korban, Basarnas Kupang selalu menindaklanjuti laporan masyarakat sejak hari pertama hingga saat ini.

"Hari pertama pencarian, lokasi keberadaan korban dapat berkomunikasi dengan Tim Basarnas, namun setelah ke lokasi, tidak ditemukan, dan kemungkinam korban tidak memahami lokasi tersebut, sehingga kami telah mengantisipasi dengan melakukan pencarian di berbagai titik lain di seputar lokasi menghilangnya korban," jelas Sudayana.

Terkait batas waktu pencarian para korban, sesuai ketentuan UU Nomor 29 Tahun 2014 mengatur pelaksanaan operasi SAR selama tujuh hari, dan dapat diperpanjang (maksimal tiga hari) sesuai kebutuhan.

"Operasi rutin selama tujuh hari, dan selanjutnya apabila korban belum ditemukan maka akan perpanjang maksimal tiga hari berupa mengurangi pergerakan kendaraan operasi, dan terap melakukan pengawasan dan koordinasi serta informasi dari masyarakat," ujar Sudayana.

Baca juga: Kesaksian Kepala Basarnas Kupang Siaga Dalam Beberapa Bencana di NTT

Sebelumnya, Sebuah Lampara (kapal penangkap ikan) bermuatan enam orang warga mengalami hilang kontak di perairan Naikliu dan Oepoli, Kabupaten Kupang, pada Senin 29 Agustus 2022 sekitar pukul 23.22 wita.

Adapun identitas enam warga asal Kefamenanu, Kabupaten TTU antara lain Philipus Tumbas (57), Nando Sakunab (20), Regi Eko (29), Beny Bana (37), Oni Kase (27), dan Andi (54).

Informasi menyebutkan Lampara ikan tersebut bergerak dari Pelabuhan Bolok, Kupang Barat menuju Pelabuhan Wini, Kabupaten TTU namun mengalami patah As tengah Lampara yang menyebabkan hilang kontak di Perairan Naikliu dan Oepoli, batas Perairan Timor Leste. (*)

Ikuti berita Pos-kupang.com di GOOGLE NEWS
 

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved