Berita Sumba Barat Daya

Pasca Penetapan 5 Tersangka Relawan PDIP, Penyidik Polres Sumba Barat Daya Buru YL Dan KL

hasil pemeriksaan terhadap kelima tersangka tersebut menyatakan menjalankan aksi pengutan liar itu berdasarkan permintaan koordinator relawan PDIP

Penulis: Petrus Piter | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/PETRUS PITER
Kasat Reskrim Polres Sumba Barat Daya, Iptu Yohanes Balla menyampaikan soal aktifitas relawan PDIP yang melakukan pengutan liar di Wewewa Selatan, Sumba Barat Daya sejak Mei 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM, TAMBOLAKA- Pasca penetapan status tersangka terhadap 5 oknum warga Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) yang mengaku relawan PDIP karena melakukan pungutan liar (pungli) di Kecamatan Wewewa Selatan SBD, Senin 29 Agustus 2022, kini penyidik Polres SBD memburu YL dan KL.

YL merupakan koordinator relawan PDIP se-Sumba dan KL selaku koordinator relawan PDIP NTT yang berdiam di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) untuk diperiksa terkait aktifitas relawan PDIP yang melakukan pengutan liar di Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya sejak Mei 2022.

Demikian Kasat Rekrim Polres SBD Iptu Yohanes Balla dalam keterangannya kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa 30 Agustus 2022 pagi.

Dijelaskan Iptu Yohanes Balla berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap kelima tersangka tersebut menyatakan menjalankan aksi pengutan liar itu berdasarkan permintaan koordinator relawan PDIP se-Sumba YL.

Karena itu penyidik memandang sangat urgen untuk memanggil YL menghadap penyidik Polres SBD untuk memberi keterangan terkait aktifitas pungutan liar itu.

Namun mengingat saat ini, YL  berada di Kabupaten Kupang maka penyidik Polres Sumba Barat Daya sedang membangun koordinasi dengan Polres Kabupaten Kupang agar YL secepatnya datang menghadap ke Polres Sumba Barat Daya guna memberikan keterangan terkait aktifitas pungutan liar oleh 5 oknum warga yang mengaku relawan PDIP di Sumba Barat Daya.

Kepada wartawan, ia menegaskan, mengupayakan secepatnya agar YL segera ke Polres Sumba Barat Daya   untuk diperiksa penyidik Polres SBD terhadap aktifitas  pungutan liar oleh 5 oknum warga mengaku relawan PDIP  sebesar Rp 200.000 per orang dengan iming-iming mendapatkan rumah layak huni sebelum pelaksanaan Pilpres 2024 atau nilai uang sebesar Rp 40 juta.

Selain itu, penyidik juga akan memburu KL selaku koordinator relawan PDIP wilayah NTT untuk menghadap Polres SBD guna diminta keterangannya.

Karena itu penyidik akan berupaya semaksimalnya agar semua pihak terkait kasus ini dapat dimintai keterangan secepatnya.(*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved