Berita Belu

Uskup Atambua Dominikus Saku Buka Pekan Pameran Ekonomi Kreatif

Uskup Dominikus mengatakan banyak belajar dari pihak lain termasuk pemerintah dalam upaya pengembangan produktifitas karya

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Edi Hayong
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
FOTO BERSAMA- Uskup Atambua Mgr. Dominikus Saku, Pr foto bersama para bupati saat acara pembukaan pekan pameran ekonomi kreatif di lapangan depan Istana Keuskupan Atambua, Senin, 29 Agustus 2022. 

Laporan Reporter POS KUPANG. COM,  Teni Jenahas

POS KUPANG. COM, ATAMBUA- Uskup Atambua Mgr. Dominikus Saku Pr membuka pekan pameran ekonomi kreatif di lapangan depan Istana Keuskupan Atambua, Senin, 29 Agustus 2022. 

Pembukaan kegiatan ini diawali dengan pemukulan gong dan disaksikan oleh hadirin dan undangan. 

Dalam sambutan singkatnya Uskup Dominikus melihat begitu besar upaya pengembangan ekonomi kreatif di tengah umat.

Melalui pameran ini dilihat ada daya juang yang menghasilkan sesuatu dan ia pun mengapresiasi kegiatan pameran di Keuskupan ini.

"Keuskupan Atambua menyelenggarakan kegiatan pameran ini yang ke-10. Konsepnya hanya untuk menarik aspek produktifitas dari keuangan. Pameran ekonomi kreatif bertitik tolak dari kenyataan ini," ucapnya. 

Baca juga: Uskup Atambua Beri Tips Tingkatkan Kemampuan Literasi 

Kata Uskup Dominikus, uang harus bisa beranak produk. Ini konsep sederhana dari Keuskupan.

Lebih lanjut Uskup Dominikus mengatakan banyak belajar dari pihak lain termasuk pemerintah dalam upaya pengembangan produktifitas karya.

"Mari kita membangun daerah ini dan uang dipakai untuk mendorong, memacu dan memicu produktifitas usaha yang bernilai pemberdayaan," katanya. 

Lebih lanjut Uskup Dominikus meminta agar  jangan hanya ada Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), tapi perlu Kartu Indonesia Kerja ( KIK).

Ini yang belum ada dan menjadi pekerjaan rumah untuk dipikirkan terus bersama pemerintah. 

Baca juga: Pemkab Belu Hibahkan 1 Unit Traktor untuk Keuskupan Atambua, Ini Tujuannya

"Kita sudah ada Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan sebagainya dan kurang diperhatikan kartu Indonesia Kerja (KIK). Dan kegiatan pameran ini arahnya ke sana yakni berjuang untuk peningkatan kesejahteraan hidup," imbuhnya lagi.

Ketua panitia, Romo Leonardus Asuk Pr dalam pembukaan kegiatan menjelaskan tentang keterlibatan Paroki-Paroki di wilayah Keuskupan Atambua dan lembaga pemerintah setempat.

Ia menyampaikan tujuan kegiatan ini sebagai dorongan dan dukungan bagi umat untuk membangun serta mengembangkan usaha produktifitasnya.

"Pameran yang diselenggarakan sebagai dorongan bagi umat untuk membangun usaha produktifitasnya demi peningkatan kesejahteraan hidup," kata Praeses Seminari Menengah Lalian ini.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved