Sidang Kasus Astri Lael

Terdakwa Randy Badjideh Dikenal Ramah dan Rajin Beribadah Oleh Tetangga

terdakwa Randy Badjideh sangat sopan dan tenang dalam hidup bermasyarakat di lingkungan tersebut.

Penulis: Ray Rebon | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/RAY REBON
SUASANA - Suasana di rumah orang tua terdakwa Randy Badjideh pasca di vonis hukuman mati oleh Majelis Hakim PN Kelas IA Kupang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Terdakwa Randy Badjideh yang divonis hukuman mati oleh Majelis Hakim, merupakan pribadi yang dikenal tenang, ramah dan rajin oleh masyarakat dilingkungan tempat tinggal kedua orang tuanya.

Warga di kompleks perumahan Griya Avia Blok B, Kelurahan Penkase, Kecamatan Alak, Kota Kupang mengenal terdakwa Randy Badjideh dalam kasus pembunuhan ibu dan anak adalah pribadi yang tenang, ramah dan rajin beribadah.

"Randy adalah anak yang kami kenal tenang, ramah dan rajin dilingkungan sini," kata Windi (nama inisial) salah satu warga yang tinggal berdekatan dengan kedua orang tuanya.

Baca juga: Randy Badjideh Divonis Hukuman Mati, Ayah Astri Manafe : Keputusan yang Indah

Menurut Windi, terdakwa Randy Badjideh sangat sopan dan tenang dalam hidup bermasyarakat di lingkungan tersebut.

Walaupun tidak berdomisili di wilayah tersebut, menurut dia sosok Randy sangat rajin apabila ada kegiatan di lingkungan RT seperti kegiatan kerja bakti maupun kegiatan lainnya.

Selain itu, Randy pun sangat rajin beribadah di Musholah.

"Kalau ada kerja bakti, dia selalu ikut kerja," tuturnya

Ia sendiri waktu mendengar bahwa RB sebagai pembunuh Astrid dan Lael tidak percaya, karena RB dikenal sebagai orang yang tenang dan rajin beribadah.

"Waktu dengar kasus itu, saya tidak percaya, karena orangnya sangat tenang, ramah dan rajin beribadah," katanya lagi.

Baca juga: Sidang Kasus Astri Lael: Randy Badjideh Jalani Sidang Pembacaan Vonis

Selain Windi, salah satu warga di kompleks perumahan Griya Avia pun mengungkapkan jika Randy dan keluarga dikenal sebagai orang yang ramah dan baik.

"Kami lihat dia dan keluarganya adalah orang baik. Sehingga adanya kasus pembunuhan itu, kami hampir tidak percaya," katanya

Ia menambahkan, sering melihat ayah dan ibu RB berada di rumah rersebut, dan sang ayahnya pun sering beribadah bersama di Musholah.

Kata dia, ayah RB yang sering dilihat di kediaman tersebut. "Ayah RB sering saya lihat, tapi kalau anak kecil tidak," katanya

Selama kasus yang menimpa RB, kata dia rutinitas kehidupan sang ayah dan keluarga normal di komplek tersebut.

"Kehidupan mereka normal saja, bergaul dengan tetangga pun biasa saja. Biasanya pulang ibadah dari musholah kami masih cerita-cerita dengan ayahnya," tambahnya.(*)

Ikuti berita Pos-Kupang di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved