Jumat, 8 Mei 2026

Berita NTT

Pokja BIAN NTT, Ajak Anak-anak Ikut Imunisasi ini Tujuan dan Manfaatnya

Bulan Imunisasi Anak Nasional BIAN mengajak anak-anak di NTT untuk mendapat suntikan imunisasi. Pokja sendiri melakukan evaluasi atas capaian BIAN tah

Tayang:
Editor: Ferry Ndoen
ISTIMEWA
BIAN - Kelompok kerja (Pokja) Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN), mengajak anak-anak di NTT untuk mendapat suntikan imunisasi. Pokja sendiri melakukan evaluasi atas capaian BIAN tahun 2022 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kelompok kerja (Pokja) Bulan Imunisasi Anak Nasional BIAN mengajak anak-anak di NTT untuk mendapat suntikan imunisasi. Pokja sendiri melakukan evaluasi atas capaian BIAN tahun 2022. 

Ketua Pokja, Erni Usboko yang juga Asisten I Setda Provinsi NTT, menjelaskan, pada Rabu 24 Agustus 2022, dilakukan evaluasi capaian BIAN dan dukung oleh Dinkes dan Disdikbud, Unicef serta pihak terkait lainnya. 

Hasil evaluasi dijelaskan bahwa imunisasi campak rubella untuk NTT saat ini mencapai 50,6 persen dari target nasional 95 persen. Kemudian imunisasi KEJAR OPT 11, 2 persen, imunisasi IPF 13, 7 persen dan imunisasi DPT HIB 22 persen. Semua ini dengan target nasional 80 persen. 

Terkait dengan ini, imunisasi telah dilaksanakan sejak tanggal 18 Mei 2022 dan berakhir pada 13 September 2022. Artinya, waktu efektif sisa masih tersisa 18 hari lagi. 

Untuk mencapai target nasional, maka semua pihak diminta untuk berkolaborasi melakukan kampanye dan pelayanan imunisasi dan menyanpaikan laporan agar tercatat untuk mendukung target yang ada. 

"Karena itu, saya menghimbau kepada semua saudara, orang tua secara khusus, mari antar anak-anak kita ke pusat pelayanan. Baik itu di puskesmas, posyandu, atau ditempat-tempat pelayanan resmi agar anak-anak memperoleh imunisasi," jelas Erni. 

Bagi dia, dengan imunisasi maka secara tidak langsung telah ada fondasi yang kuat bagi anak bangsa agar bertumbuh dan berkembang menjadi anak berkualitas, sehat dan cerdas. Dengan waktu yang tersisa ini, diharapkan bisa dimaksimalkan untuk mendapat layanan imunisasi. 

Menurutnya, imunisasi tidak akan memberi anak menjadi sakit. Justru, anak-anak itu akan lebih sehat. Karena itu, sisa 18 hari itu dapat dimanfaatkan oleh anak-anak dengan usia 9 bulan sampai 12 tahun untuk mendapat imunisasi campak rubella dan imunisasi KEJAR bagi anak-anak 12-59 bulan. 

Sementara itu, dr. Jeffrey Jap, Staf Dinkes Provinsi NTT, menjelaskan, saat pandemi covid-19, banyak sekali cakupan imunisasi dasar lengkap yang tidak terlaksana dengan baik dan sempurna pada anak-anak.  

Baca juga: Kuliner Khas NTT : Rasakan Nikmatnya Ferkedel Kupang Pakai Kentang Timor yang Kenyal dan Gurih

Untuk itu diupayakan sebuah terobosan, agar anak-anak yang belum mendapat imunisasi dasar lengkap itu bisa mendapatkannya saat pelaksanaan BIAN ini. Dengan imunisasi KEJAR dengan tiga antigen yaitu IPF, OKF dan HIB dan satu dosis campak rubella.

"Ini untuk mengeliminasi penyakit campak rubella yang masih berpotensi menjadi wabah atau KLB di banyak tempat di Indonesia," sebutnya. 

NTT menjadi salah satu provinsi yang menjalankan program BIAN ini. Dalam pelaksanaan hampir tiga bulan ini, menurut Jeffry, cakupan di NTT memang masih berada dibawa target. Karena itu, dengan evaluasi dan koordinasi ini diharapkan bisa menjadi pelecut untuk menggenjot percepatan imunisasi dalam sisa waktu ini. 

Jeffry juga senada dengan ketua Pokja, untuk mengimbau jajaran tim kesehatan di Kabupaten/Kota, agar memanfaatkan waktu sisa ini memberikan imunisasi kepada anak-anak di seluruh pelosok NTT. Ini tujuannya membentuk imunitas yang baik dan lengkap bagi kesehatan anak-anak NTT. 

Dia berkata seluruh logistik dan pendukung telah tersedia di dinas kesehatan sehingga bisa dimaksimalkan. Dalam data, dia menyebut, hampir seluruh daerah di NTT belum mencapai target. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved