Lipsus

Notaris di NTT Gelar Aksi Tutup Kantor Protes Rekan Albert Riwu Kore Ditahan Polisi

Para Notaris/PPAT di Provinsi NTT berharap tidak terjadi kriminalisasi kepada Notaris-PPAT di manapun termasuk kepada Notaris/PPAT Albert Riwu Kore

POS-KUPANG.COM/HO-ISTIMEWA
AKSI SOLIDARITAS - Para Notaris/PPAT Wilayah Kota Kupang dan Kabupaten Kupang menggelar aksi solidaritas untuk mendukung proses hukum yang menimpa Albert Riwu Kore di ruas Jalan El Tari, Kota Kupang, Rabu 10 Agustus 2022   

POS KUPANG.COM, KUPANG - Para Notaris/PPAT di Provinsi NTT berharap tidak terjadi kriminalisasi kepada Notaris-PPAT di manapun termasuk kepada Notaris/PPAT Kota Kupang, Albert Wilson Riwu Kore.

Para Notaris pejabat pembuat akta tanah (PPAT) melakukan aksi damai dan menutup kantornya di sejumlah wilayah di NTT sebagai bentuk solidaritas terhadap rekan notaris/PPAT Albert Wilson Riwu Kore yang terjerat kasus dugaan penggelapan Sertifikat Hak Milik (SHM) dan telah ditahan oleh penyidik Polda NTT.

Notaris/PPAT Albert WRK ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan di Polda NTT ata slaporan BPR Christa Jaya Perdana.

Pantauan Pos Kupang, Rabu (10/8), sejumlah Kantor Notaris/PPAT di Rote Ndao, Rabu (10/8) ditutup dan tidak melayani masyarakat. Kantor Notaris/PPAT Widianti Sari Rusandri di depan kantor Camat Lobalain dipasang spanduk kecil bertuliskan 'Demi Keadilan, Stop Kriminalisasi terhadap Notaris/PPAT Kota Kupang Albert Wilson Riwukore, SH'.

Hal yang sama terjadi di kantor PPAT Adi Kurniawan Logo yang berlokasi di depan RSUD Ba'a juga dan Kantor Notaris/PPAT Elva Paulina Yustisia Rafael di Jalan ABRI Kelurahan Mokdale, dalam kondisi tertutup dan tidak ada aktivitas apa-apa.

Juru bicara para Notaris/PPAT di Rote Ndao, Widianti Sari Rusandri, mengatakan, aksi penutupan sementara kantor merupakan kesepakatan bersama 5 Notaris/PPAT di Rote Ndao sebagai wujud rasa keprihatinan dan empati terhadap rekan Albert WRK.

PRIHATIN - Bentuk Keprihatinan Notaris/PPAT Rote Ndao atas kasus hukum yang melanda Albert Riwu Kore, di kantor Notaris dan PPAT Widianti Sari Rusandri, di Lekioen, Kelurahan Mokdale, Kecamatan Lobalain. Rabu, 10 Agustus 2022. 
 
PRIHATIN - Bentuk Keprihatinan Notaris/PPAT Rote Ndao atas kasus hukum yang melanda Albert Riwu Kore, di kantor Notaris dan PPAT Widianti Sari Rusandri, di Lekioen, Kelurahan Mokdale, Kecamatan Lobalain. Rabu, 10 Agustus 2022.    (POS-KUPANG.COM/Mario Giovani Teti)

"Kami tidak bermaksud menyalahkan siapa-siapa, namun, akibat pemberian sertifikat SHM kepada pemilik Rachmat alias Raffi oleh karyawan, akhirnya Pak Albert harus menjalani proses hukum," ungkapnya.

Menurut Widianti, seluruh sertifikat itu hingga saat ini, masih terdaftar atas nama Rachmat alias Raffi, selaku debitur dan belum ada satupun perbuatan hukum yang mendasari bahwa sertifikat-sertifikat tersebut atas nama BPR Crista Jaya, baik berupa akta peralihan maupun pebebanan hak.

Widi mengatakan, proses pro justicia yang dilakukan harus transparan dan dipercepat untuk segera dilimpahkan ke Pengadilan untuk disidangkan, sehingga rekan kami Pak Albert Riwukore memperoleh keadilan dan kepastian hukum," ungkap Widianti.

Widianti berharap Polda NTT dalam hal ini Dirreskrimum, mempertimbangkan dan menindaklanjuti permohonan penangguhan penahanan yang sudah diajukan Pengurus INI dan IPPAT NTT sejak 6 Agustus 2022. Semua Notaris/PPAT se-NTT menjamin bahwa Pak Albert WRK tidak akan melarikan diri.

"Beliau akan tetap bertanggung jawab mengikuti proses hukum yang sedang berjalan. Kami berharap Polda NTT mengabulkan permohonan penangguhan penahanan karena Pak Albert tidak akan lari ke mana-mana. Kami Notaris/PPAT se-NTT bahkan di seluruh Indonesia menjaminkan diri kami bahwa Pak Albert akan bertanggung jawab mengikuti proses hukum yang sedang berjalan," sambungnya.

Notaris Genesia Kheren A Elim berharap kedepan tidak ada lagi kasus serupa yang menimpa Notaris/PPAT yang menjalankan tugas negara.

POSE BERSAMA - Notaris/PPAT Rote Ndao dan para karyawan masing-masing pose bersama, usai dilakukan Press Conference dan kantor dalam keadaan tertutup, Rabu, 10 Agustus 2022.
POSE BERSAMA - Notaris/PPAT Rote Ndao dan para karyawan masing-masing pose bersama, usai dilakukan Press Conference dan kantor dalam keadaan tertutup, Rabu, 10 Agustus 2022. (POS-KUPANG.COM/Mario Giovani Teti)

"Sebagai yunior saya berharap tidak ada lagi kasus-kasus seperti ini menimpa kami selaku notaris, baik di Rote, NTT, bahkan Indonesia," katanya singkat.

Notaris Adi Kurniawan Logo menilai, sebagai pejabat publik yang menjalankan tugas sebagai perpanjangan tangan negara, seharusnya Albert WRK mendapatkan perlindungan hukum bukan malah diproses hukum.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved